Promo Miras Gratis Bagi Muhammad dan Maria, Ketua MUI KH Cholil Nafis Geram

JAKARTA - Heboh Holywings mempromosikan bagi yang namanya ‘Muhammad’ dan ‘Maria’ akan mendapatkan miras gratis tiap Kamis di bar tersebut memancing Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah KH Cholil Nafis bersuara.

Dia mengaku geram dengan Holywings yang mempromosikan minuman keras (miras) dengan mengunakan nama ‘muhammad’.

“Pengin promosi dan dikenal produknya dengan cara memancing marah orang ini kesalaahn bertumpuk. Apa lagi mirasnya sudah haram,” tulis Cholil Nafis pada Jumat (24/6).

“Menguji dan memancing umat marah, lalu kalo umat ngamuk disalahkan dianggap tak toleran,” sambungnya.

Cholil Nafis mengecam mengenai cara promosi Holywings yang telah mengundang amarah umat Islam. Ia meneruskan jika miras merupakan minuman haram.

Cholil Nafis mempertegas jika umat Islam marah akan hal tersebut dianggap tidak toleran.

Pernyataan Cholil Nafis terhadap Holywings diketahui melalui akun Twitter pribadinya bernama @cholilnafis.

Ketua MUI minta pada pihak yang membuat promosi tersebut untuk diadili di pengadilan dunia supaya jera.

“Orang gini ini harus dicarikan pengadilan dunia yang pas agar dia kapok,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui Holywings menjadi trending topic di Twitter dengan tagar holywings yang mencapai 6.719 tweet sejak berita ini diterbitkan.

Sebelumnya, bar Holywings menyampaikan permohonan maaf melalui unggahan pada akun media sosial resmi mereka.

Promo minuman keras (miras) gratis Holywings untuk pengunjung bernama Muhammad dan Maria mendapat protes keras dari banyak pihak.

Klub malam dan resto Holywings yang mempromosikan miras secara gratis kepada pemilik nama Muhammad dan Maria membuat kelompok besutan Habib Rizieq Shihab kompak salahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas promosi Holywings tersebut.

Atas hal ini, pengacara Habib Rizeq, Aziz Yanuar mendesak Gubernur DKI Anies Baswedan agar segera mencabut izin usaha Holywings tersebut.

Menurut Aziz Yanuar, kasus penghinaan dan penistaan agama di Indonesi harus dibuat jera. Hal ini agar kasus penitaan agama di Indonesia tak berulang-ulang terjadi.

“Kami minta gubernur dan dinas terkait untuk cabut izin usaha sebagai pembelajaran dan efek jera,” kata Aziz Yanuar, Jumat (24/6).

“Hukum itu harus ada efek jera karena sudah berulang kali terjadi. Jadi siapapun yang beragama islam dan keyakinan lain pasti tersinggung dan marah,” ujarnya.

Sementara itu, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin juga mendesak Pemprov DKI bertindak tegas agar segera mencabut izin operasioanal Holywings.

Sebab, kota Jakarta yang dinilai merupakan kota religi itu tak layak diisi oleh resto melecehkan islam seperti Holywings.

“Kami meminta kepada Pemprov DKI untuk mengambil langkah tegas yaitu baik penutupan juga izin operasionalnya karena Jakarta ini kota religi,” ujarnya.

Sebelumnya, viral promo Holywings memberikan minuman keras secara gratis kepada pemilik nama Muhammad dan Maria viral di media sosial.

Menampilkan gambar promosi produk minuman beralkoholnya dengan menggratiskan satu botol alkohol bagi calon konsumen yang memiliki nama Muhammad dan Maria, izin Holywings terancam dicabut.

Kasus ini berawal dari unggahan Manajemen Holywings yang mempromosikan minuman bertuliskan Muhammad dan Maria.

Belakangan karena banyaknya warganet yang keberatan dengan cara promosi seperti itu, beberapa jam kemudian, unggahan tersebut telah hilang dari Instagram resmi Holywings.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) memberikan surat teguran kepada pengelola restoran dan bar Holywing yang membuat promosi yang mengandung dugaan SARA.

"Sudah, sudah kami berikan teguran tertulis pertama kepada manajemen Holywings," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Disparekraf DKI Jakarta, Iffan, Jumat (24/6).

Menurutnya, manajemen Holywings telah mengabaikan norma masyarakat dengan menggunakan nama Maria dan Muhammad yang lekat dengan nilai agama sebagai strategi promosi.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu menambahkan, jika terbukti mengulangi kesalahan maka akan diberikan teguran tertulis kedua hingga ketiga.

"Sampai nanti tindakan pencabutan izin atau pembekuan sementara," tegasnya dikutip dari RMOL.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Tabungan Brigadir J Diduga Dikuras Salah Seorang Tersangka Pembunuhnya, Pengacara Keluarga: Orang Mati Kirim Duit.

Berita Terkait

Berita Terbaru