Puan Maharani Ingatkan Jangan Pilih Pemimpin yang Nyenengin di Sosmed, Tapi Ga Bisa Kerja

JAKARTA - Kader-kader PDI Perjuangan diingatkan untuk tidak asal pilih calon pemimpin. Peringatan itu diungkapkan Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Bahkan lebih gamblang lagi, Puan Maharani mendesak para kader PDIP untuk tidak memilih calon pemimpin yang hanya aktif pencitraan di media sosial. Puan memberi perigatan keras agar tidak hanya memilih seorang pemimpin yang ganteng saja, tapi tak bisa kerja.

Lalu pemimpin seperti apa yang harus dipilih? Puan Maharani menegaskan yakni sosok yang bisa mengayomi rakyatnya. Pernyataan Puan Maharani itu disampaikan saat konferensi pers di DPC PDIP Wonogiri, Kamis (28/4) lalu.

“Pilihlah orang yang betul-betul cinta Indonesia, dukung orang yang memang mau bergotong-royong untuk membangun bangsa ini bersama. Kenapa saya ngomong ini? Kadang-kadang sekarang kita ini suka yo wes lah dia saja asal ganteng, dia saja yang dipilih asal bukan perempuan,” kata Puan Maharani.

Puan juga menyebut jangan sampai pemimpin yang tak bisa apa-apa bisa terpilih namun tidak dekat dengan rakyat.

“Walau nggak iso opo-opo, enggak apa-apa, tapi yang penting dia itu kalau di sosmed, di TV itu nyenengin. Tapi kemudian enggak bisa kerja, enggak deket rakyat,” kata Puan.

"Pilihlah orang-orang yang betul-betul memperjuangkan kita, pernah bersama-sama kita, pernah bergotong royong bersama kita," tegasnya.

Di sisi lain, pengamat Politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung, Harits Hijrah Wicaksana buat penilaian soal Puan Maharani di Pilpres 2024.

Menurutnya, Puan Maharani belum saatnya mencalonkan diri sebagai Presiden maupun wakil presiden pada bursa Pilpres 2024 nanti.

Menurut Harits, Puan Maharani lebih baik tidak maju Pilpres 2024 karena rating elektoral cucu Proklamator itu kalah dibandingkan Prabowo Subianto, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Anies Baswedan.

Bahkan di PDI Perjuangan, Puan Maharani kalah oleh Ganjar Pranowo, dan Risma. Puan Maharani, kata Harits, lebih tepat menjadi sosok jiwa negarawan.

"Hingga saat ini rating elektoral Puan dari hasil berbagai lembaga survei ternama antara 2,6 sampai 3,1 persen. Itu juga terkatrol oleh jabatan Ketua DPR RI dan sosialisasi dengan memasang baliho di seluruh Indonesia," kata Harits.

Menurut Harits, dengan pencapaian elektoral seperti itu, Mbak Puan sangat berat jika dipaksakan untuk bersaing pada Pilpres 2024. Harits Hijrah Wicaksana mengatakan meski sudah menjabat anggota DPR RI, menteri hingga Ketua DPR RI, kinerja Puan biasa-biasa saja dan belum menunjukkan leadership yang dibutuhkan Indonesia. (dis/zul)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru