Puluhan Hektare Lahan Bawang Merah Terendam, Petani Panen Dini

BREBES - Puluhan hektare lahan persawahan di beberapa desa di Kecamatan Wanasari terendam banjir akibat hujan yang turun sejak Selasa (22/11) malam hingga Rabu (23/11) dini hari.

Akibatnya, sejumlah petani memanen dini tanaman bawang miliknya yang terendam banjir.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Brebes Juwari mengatakan, di Kecamatan Wanasari tercatat ada 25 hektare tanaman bawang merah yang terendam banjir. Jumlah itu termasuk 18 hektare lahan milik kelompok taninya. Akibatnya sebagian dari tanaman bawang merahnya yang sudah berusia di atas 40 hari terpaksa panen dini.

"Usianya sudah di atas 40 hari. Dari pada nanti busuk jadi tadi dipanen dini. Sekarang baru sebagian milik kelompok tani saya yang sedang dipanen," ungkapnya.

Juwari mengaku, saat ini pihaknya baru mendapatkan laporan tanaman bawang merah yang terendam banjir di wilayah Kecamatan Wanasari. Puluhan hektare lahan persawahan di Wanasari tersebar di beberapa desa. Di antaranya Desa Sisalam, Siasem, Pesantunan, Wanasari, dan Sidamulya terendam banjir.

Sedangkan untuk kecamatan lainnya, belum ada petani yang melaporkan.

"Kalau di Kecamatan Wanasari kurang lebih ada 25 hektare. Namun, untuk di wilayah lainnya kami belum mendapatkan laporan," terangnya.

Sementara itu, salah seorang petani bawang merah asal Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari Abu (50) mengatakan, tanaman bawang merah yang baru ditanamnya selama satu bulan terancam gagal panen. Hal itu lantaran tanaman bawang merah miliknya terendam banjir akibat diguyur hujan dari Selasa malam hingga Rabu dini hari.

"Untuk mendapatkan untung agaknya sulit. Dan kalaupun dipanen dini, gak tau laku atau tidak," terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Brebes Yulia Hendrawati saat dikonfirrmasi mengatakan, saat ini pihaknya tengah meninjau lokasi persawahan yang tergenang banjir.

Untuk persawahan yang menjadi langganan banjir setiap tahun, yakni di Kecamatan Wanasari ada sekitar 30 hektare.

"Kami menyarankan kepada petani, jika memang masih bisa dipanen untuk segera dipanen dini. Mengingat baru hujan lebat pertama saja sudah separah ini," ucpanya.

Bagi petani yang tidak menginginkan panen dini, lanjutnya, pihaknya akan memberikan abu khusus untuk bawang merah, setelah banjir sudah surut.

“Pemberian abu ini bertujuan untuk membasmi jamur pada bawang merah, sehingga meminimalisir terjadinya gagal panen," pungkasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terbaru