Puluhan Siswa SLB di Brebes Ikut Perekaman KTP-el

BREBES - Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Brebes mengikuti layanan jemput bola perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (KTP-el) yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Brebes.

Layanan jemput bola tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/5) lalu dan Selasa (17/5).

Kepala Disdukcapil Kabupaten Brebes Mayang Sri Herbimo mengatakan, layanan jemput bola perekaman KTP-el tersebut diikuti 58 orang melakukan perekaman. Ditambah, ada 115 anak mengikuti pembuatan KIA.

"Layanan jemput bola ini merupakan program inisiasi Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil berkolaborasi dengan Kantor Staf Khusus Presiden dan Kemendikbudristek," ujarnya, Selasa (17/5).

"Selain itu, layanan ini merupakan tindak lanjut Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk bagi Penyandang Disabilitas," lanjutnya.

Dijelaskannya, maksud dan tujuan layanan tersebut tidak lain untuk pemutahiran data disabilitas di Sistem Informasi Administrasi Kependusukan (SIAK).

Selain itu, layanan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dokumen kependudukan berupa KIA dan KTP-el kepada penyandang disabilitas.

"Tujuan lainnya layanan ini untuk memenuhi hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan di bidang adminduk dengan baik, cepat dan mudah. Sehingga, dengan memiliki dokumen kependudukan mereka akan mendapatkan berbagai manfaat. Terutama pelayanan kemudahan dalam layanan publik yang ada," jelasnya.

Ditambahkannya, kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Penyerahan akan dilaksanakan secara serentak se Jateng pada tanggal 24 Mei mendatang.

"Minggu depan, hasil perekaman KTP-el dan pembuatan KIA akan kita serahkan kepada penerima. Diharapkan, dokumen kependudukan ini bisa digunakan sebagaimana mestinya. Yang selanjutnya akan dilakukan di sekolah dan masyarakat lainnya," pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam pelaksanakan perekaman KTP-el dan KIA, pihaknya tetap melaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Layanan ini tidak dipungut biaya alias gratis. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terbaru