Refli Harun Bantah Bayar Predator Seks Abbi Rizal Afif, Denny Siregar Tidak Percaya

JAKARTA - Bantahan Refly Harun telah membayar predator seks Abbi Rizal Afif sebesar Rp7 juta untuk menyampaikan keterangan palsu ditentang pegiat media sosial, Denny Siregar.

Perihal tersebut langsung direspon oleh Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya.

Aktivis tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak percaya terhadap Refly Harun yang membantah bayar Abbi Rizal untuk keterangan palsu.

“Ahhhh gua gak percaya,” ucap Denny Siregar dikutip dari @Dennysiregar7 pada Selasa (17/5).

Tudingan tersebut berawal dari akun Twitter Eko Kuntadhi, yang mengatakan hal itu dilakukan dengan tujuan membela terdakwa terorisme, Munarman atas arahan Bahar bin Smith dan Refly Harun.

“Waduh. Kabarnya Rizal Afif dibayar Rp7 juta untuk berbohong ngaku mantan Napiter di podcastnya Refli Harun. Tujuannya membela Munarman. Atas arahan Bahar Smith dan Refli. Gerombolan ini memang hidup dari kebohongan ke kebohongan selanjutnya. Tp ngaku paling beragama,”cuit Eko Kuntadhi seperti dikutip dari akun twitter @_ekokuntadhi pada Senin (16/5).

Bersama cuitannya, Eko Kuntadhi juga melampirkan gambar bertuliskan informasi soal Refly Harun dan Rizal Afif.

“Seindonesia ditipu, Podcastnya Refly Harun Hoaz dan berbahaya!!!” demikian tertulis pada bagian atas gambar tersebut. Rizal Afif bukan mantan napiter,” demikian bunyi tulisan itu.

Dalam rangkaian cuitannya, Eko Kuntadhi juga menyinggung Rizal Afif hanyalah seorang predator seks anak.

Menurutnya, Rizal Afif menjadi pengumpul massa pembuat kerusuhan usai mengenal Bahar Smith di penjara.

“Rizal Afif cuma seorang predator seks. Nyulik anak kecil untuk dimangsa. Ia juga penipu yang kena kasus pidana."

“Setelah kenal Bahar Smith di penjara, profesinya berubah. Jadi pengumpul masa untuk membuat kerusuhan. Anak-anak STM yang pernah rusuh di Jakarta hasil kerja orang ini,” tulis Eko Kuntadhi.

Seperti diketahui, pada 12 Mei lalu Rizal Afif ditangkap Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Satreskrim Polres Bogor.

Polisi terpaksa menembak kaki Rizal Afif yang berusaha melawan petugas. Tersangka penculik anak berusia 27 tahun asal Depok lantas dibawa ke kantor Polres Bogor, Cibinong untuk diperiksa.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengatakan fokus tim penyidik saat ini adalah tindak pencabulan anak dan penculikan anak.

Polres Bogor, lanjutnya, tidak mendalami pengakuan palsu yang disampaikan Rizal Afif soal eks narapidana teroris.

Selain mengaku pernah ditahan di Lapas Gunung Sindur karena menjadi nari terorisme, Rizal Afif juga mengklaim sebagai murid Bahar bin Smith, dan terlibat kasus Bom Sarinah.

“Kami fokus pada penyidikan pencabulan anak dan penculikan anak. Tidak yang lain,” tegas Siswo dikutip dari Fajar.co.id.

Menurutnya, pengejaran Rizal Afif dimulai pada 9 Mei 2022. Ini setelah polisi mendapat laporan jika anak bernama F hilang sejak sehari sebelumnya. Pada 10 Mei, F ditemukan di Jalan Fatmawati, Jakarta. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru