Rencana Impor Beras, Fraksi PDI Perjuangan Brebes Tegas Menolak

BREBES - Fraksi PDI Perjuagan DPRD Kabupaten Brebes secara tegas menolak keras terhadap rencana menteri Perdagangan RI untuk mengimpor beras tersebut. Apalagi, saat ini beberapa daerah, khususnya Brebes stok beras mengalami surplus.

"Jelas jika impor beras ini terlaksana akan menyengsarakan petani. Jadi, kami Fraksi PDI Perjuangan menolak terkait rencana Kementerian Perdagangan justru mengelurkan kebijakan impor beras," tandas Ketua Fraksi PDIP DPRD Brebes Muhammad Riski Ubaidillah, Sabtu (20/3).

Dijelaskannya, saat ini beberapa daerah terutama Brebes sedang memasuki panen raya padi. Namun justru menteri perdagangan berencana melakukan impor beras dengan alasan untuk stok pangan nasional. Jika kebijakan itu tetap dipaksakan, yang ada petani akan menjadi korban.

"Jangan sampai impor beras ini menyakiti hati para petani yang memang saat ini masuk masa panen raya," terangnya.

Menurut dia, kebijakan impor itu mestinya diambil dengan melihat kondisi di lapangan, apa memang dibutuhkan atau tidak. Pihaknya mempertanyakan kenapa kebijakan impor justru diterapkan di saat panen raya? Apakah sudah dilakukan kajian-kajian atau belum.

"Sesekali Pak Menteri turun ke lapangan, dan ngobrol dengan petani langsung. Jangan, sakiti mereka dengan rencana impor beras ini," terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, atas rencana impor beras itu, secara resmi DPP PDIP juga sudah menyikapinya. Bahkan, mendesak agar menteri perdagangan tidak memaksakan untuk melakukan impor beras tersebut.

"Ingat, politik pangan nasional kita adalah politik pangan berdikari. Indonesia memiliki keanekaragaman pangan yang luar biasa," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, memasuki masa panen raya padi, stok gabah di Kabupaten Brebes diklaim aman hingga Mei mendatang. Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, stok beras di Kabupaten Brebes diprediksi suprlus 109.867 ton.

Saat ini sebagian tanaman padi di Brebes sudah mulai memasuki masa panen. Diprediksi, bulan ini saja (Maret, Red) luas lahan yang akan dipanen mencapai 28.403 hektare (ha). Dari luas lahan tersebut diprediksi akan menghasilkan gabah 159.057 ton. Dari jumlah itu, prediksi ketersediaan beras mencapai 95.504 ton dan prediksi konsumsi di masyarakat 14.977 ton. Surplus 79.527 ton beras.

Bahkan untuk April dan Mei, stok beras di Kabupaten Brebes surplus 23 ton lebih. Meskipun tingkat konsumsi beras di masyarakat diprediksi akan bertambah pada dua bulan tersebut dikarenakan masuk bulan puasa dan Lebaran Idul Fitri. Di mana, di dua bulan itu tingkat konsumsi beras di masyarakat diprediksi naik dari bulan sebelumnya menjadi 16.624 ton.(ded/ima)

Baca Juga:

  • Oknum TNI-Polri Ribut Lagi, Seorang Anggota Brimob Tewas, Satu Personel Kopassus Terluka.
  • Jawab Tantangan Debat Jozeph Paul Zhang, Gus Yaqut: Tanggung Jawab Omongannya Saja Gak Berani, kok Nantang Debat?.

Berita Terkait

Berita Terbaru