Resmikan TPU Kedondong II Desa Sumingkir, Wakil Bupati Tegal Tekankan Pencatatan Kematian

KEDUNGBANTENG - Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie menegaskan pentingnya pencatatan kematian. Hal ini sebagai bagian dari tertib administrasi kependudukan.

Terlebih, Pemkab Tegal telah memberikan akses kepada pemerintah desa melalui Sistem Informasi Registrasi Penduduk (Sirep) yang terhubung ke Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK).

Konektivitas tersebut, memungkinkan pemerintah desa membuka layanan pengurusan dan pencetakan akta kematian maupun akta kelahiran berikut perubahan kartu keluarganya secara cepat di tingkat desa dan gratis.

Dirinya titip untuk pemerintah desa, setiap kejadian kematian warganya, terlebih yang dimakamkan di sini bisa dicatat untuk pengurusan akta kematian dan perubahan elemen pada kartu keluarganya. Ini semua demi mencapai tertib administrasi.

Hal itu dikatakan Ardie saat meresmikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kedondong II Desa Sumingkir Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan
prasasti dan penanaman bibit pohon jambu kristal.

Ardie memberi apresiasi kepada komunitas pemuda Karang Taruna Tunas Jaya Desa Sumingkir yang sebelumnya telah menginisiasi pembelian sebidang tanah seluas 4.780 meter persegi dari hasil jimpitan dan iuran warga sejak tahun 1998.

Bahkan setelah tanah ini terbeli, ada tambahan tanah seluas 1.200 meter persegi di sampingnya sebagai wakaf dari Andriyanto, warga Sumingkir untuk dijadikan tempat pemakaman.

"Upaya ini tentunya patut diapresisasi, sebab ini menandakan warga pemuda di Desa Sumingkir peduli pada kampung halamannya,” katanya.

Sedangkan penanaman pohon, tambah Ardie, diharapkan nantinya bisa menjadikan lokasi makam lebih sejuk, tenang, dan teduh. Sebab, selain berperan menyerap air hujan ke dalam tanah, pepohonan memberikan peluang bagi udara menampung oksigen lebih banyak. Sekarang sudah masuk musim penghujan. Saat yang tepat untuk menanam pohon, menghijaukan lingkungan, membuat asri lingkungan, di samping mencegah longsor.

"Tidak ketinggalan, apresiasinya pada lembaga Karang Taruna Tunas Jaya juga diwujudkan dengan menyumbangkan perangkat penunjang videografi untuk mendukung pendokumentasian kegiatan organisasi kepemudaan dan desa," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumingkir Khasan Ali menyampaikan jika acara yang menerapkan protokol kesehatan ini dapat berjalan sukses berkat dukungan warga pemuda Desa Sumingkir yang tergabung dalam kelembagaan Karang Taruna sebagai panitia utamanya.

Pihaknya sangat mengapresiasi peran komunitas pemuda yang ikut serta membantu desa mencarikan solusi dari keterbatasan lahan di TPU Kedondong I yang hampir penuh. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Pemkab Tegal Kecolongan, Ditutup 2017 Ternyata di Eks Lokalisasi Peleman Masih Ada yang Terima Tamu.
  • Terduga Pembunuh Wanita Muda di Peleman Disebut Serahkan Diri ke Polisi.

Berita Terkait

Berita Terbaru