Rizal Afif Ngaku Diberi Rp7 Juta oleh Refly Harun untuk Berbohong: Sesuai Pesan Habib

JAKARTA - Mengaku diberi uang Rp7 juta oleh Refly Harun, Rizal Afif, dalam kesaksiannya menyebut uang itu diberikan agar dirinya berbohong mengaku sebagai eks napiter (napi terorisme).

Dilihat dari video berdurasi 2 menit 19 detik itu, Rizal Afif awalnya membeberkan identitas lengkapnya.

“Saya Rizal Afif, tempat tanggal lahir di Bogor 21 September 1994. Alamat di Jalan Manggis RT1 RW9 Desa Bojongsari, Kota Depok,” ujar Rizal Afif.

Dalam pengakuannya, Rizal Afif menegaskan dirinya bukanlah mantan narapidana terorisme.

“Status saya saat ini sebagai tahanan Polres Bogor dalam perkara penculikan. Tujuan saya dalam testimoni ini adalah untuk memberi klarifikasi terkait fakta pengakuan saya sebagai eks napiter adalah tidak benar atau bohong,” akunya.

Rizal Afif menjelaskan awal mula dirinya kenal dengan Refly Harun. Ketika itu, pakar hukum tata negara tersebut berkunjung ke Lapas Gunung Sindur untuk membesuk Habib Bahar bin Smith.

“Bermula pada saat saya sebagai narapidana di Lapas Gunung Sindur. Ketika itu saya bersama Habib Bahar sebagai murid beliau. Saya banyak dikenalkan kepada tokoh yang datang ke Lapas Gunung Sindur, termasuk salah satunya saudara Refly Harun yang saat itu membesuk Habib Bahar,” lanjutnya.

Kala itu, lanjut Rizal Afif, Habib Bahar bin Smith berpesan kepada dirinya jika nantinya bebas akan diminta bersaksi bahwa Bahar tidak radikal.

“Habib sempat berpesan kepada saya, nanti ketika saya bebas saya akan dimintai bersaksi atau berbicara bahwa Habib Bahar bin Smith tidaklah radikal dan beliau seorang yang NKRI,” terangnya.

Kesaksian itu untuk mematahkan pernyataan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurrachman.

Usai bebas dari Lapas Gunung Sindur, Rizal Afif mengaku dihubungi Refly Harun untuk hadir di podcastnya.

“Hal tersebut untuk mematahkan pernyataan Pak Dudung sebagai KSAD. Kemudian setelah bebas dari Lapas Gunung Sindur, saya dihubungi oleh Refly Harun untuk datang ke podcast beliau,” tuturnya.

Isi podcast, menurut Rizal Afif, sesuai dengan pesan dari Bahar Smith. Yakni dirinya diminta berbohong dengan mengaku sebagai eks napiter dan membantah tuduhan bahwa Munarman terlibat jaringan terorisme.

“Isi podcast sejalan dengan pesan Habib dan sudah diketahui oleh saudara Refly Harun. Yaitu saya mengaku sebagai eks napiter untuk mengangkat citra beliau (Habib Bahar, Red) dan sekaligus menyangkal saudara Munarman terlibat jaringan kelompok terorisme atau ISIS itu tidak benar,” ucapnya.

Setelah tampil di podcast tersebut dan berbohong sebagai eks napiter demi membela Munarman, Rizal Afif mengaku diberi uang Rp7 juta oleh Refly Harun.

“Setelah acara podcast tersebut saya diberi uang cash sebesar Rp7 juta oleh Refly Harun. Setelah itu saya kembali ke rumah,” tandasnya.

Tujuan dia berbohong menurutnya untuk membela Habib Bahar bin Smith dan Munarman. Pengakuan Rizal Afif ini disampaikan melalui sebuah tayangan video yang diunggah oleh Mohamad Guntur Romli melalui akun Twitternya.

"Rizal Afif mengaku dibayar 7jt oleh Refly Harun unt bela Munarman tdk terkait ISIS & Bahar Smith di acara Podcastnya. Rizal mengenal RH, saat Refly Harun membezuk Bahar Smith di LP Gunung Sindur. Ini persis hoax yg dibikin oleh Ratna Sarumpaet. Kadrun gak tobat2 bikin ginian," tulis Guntur Romli seperti dikutip dari akun @GunRomli pada Jumat (27/5).

Sebelumnya, Refly Harun mengaku tidak mengenal Rizal Afif. Dia mengungkapkan alasannya mengundang Rizal Afif yang kini ditahan di Polres Bogor dalam podcastnya.

Refly mengaku dirinya dikenalkan dengan Rizal Afif oleh Dewa Putu Adhi, mantan gitaris band di Bali.

"Saya tidak kenal siapa Rizal Afif. Beberapa waktu yang lalu, ustad Dewa Putu Adhi datang ke rumah saya malam hari membawa dan memperkenalkan Rizal Afif," ujar Refly, Senin (16/5) lalu dikutip dari Fin.co.id.

Setelah mengetahui Rizal Afif mantan napi teroris dalam kasus Bom Sarinah pada 2016, dirinya tertarik mewawancarainya. Dalam wawancara tersebut, lanjut Refly, tidak ada teks atau daftar pertanyaan. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru