Sadis, Anak Kandung Bantai dan Penggal Kepala Ayahnya serta Bacok Ibunya Hingga Kritis

SAMOSIR - Suasana Sitorang Nabolon Dusun III Desa Sihusapi Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (16/10) malam, mendadak gempar. Pasalnya, salah seorang warganya ditemukan tewas mengenaskan dengan kepala terpenggal dan tubuhnya penuh luka senjata tajam.

Korban adalah Sampe Raja Situmorang, yang ternyata dihabisi oleh Budianto Situmorang tak lain adalah anak kandungnya sendiri. Tidak hanya membantai ayahnya, pelaku juga melukai ibu kandungnya, Kostaria Simarmata yang saat ini kritis di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Suhartono menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu, pihaknya menerima laporan warga ada kejadian menganiyaan di lokasi.

“Petugas yang turun ke lokasi melihat adanya seorang yang tewas dalam keadaan kondisi tanpa kepala tergeletak di depan rumah,” jelas Suhartono.

Diungkapnya, pembunuhan itu berlangsung sangat cepat saat korban sedang makan malam. Namun, mendadak, si pelaku mendadak mengamuk dan keluar dari dalam kamar.

“Pelaku langsung membantai ayahnya. Awalnya memukul dengan kayu, kemudian menghabisi nyawa ayahnya dengan parang,” ungkapnya.

Lalu, pelaku membawa tubuh ayahnya keluar di depan pintu rumahnya. Dan, secara sadisnya pelaku mengeluarkan organ tubuh bagian dalam perut ayahnya dan dibuang di lokasi.

“Selain membantai ayahnya hingga meninggal dunia, Budianto juga melukai Kostaria Simarmata, ibunya. Kostaria kini telah dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga mendapatkan perawatan,” jelas Suhartono.

Setelah melakukan pembunuhan itu, pelaku tidak melarikan diri dan masuk ke dalam rumah. Tetangga dan petugas meminta korban keluar rumah. Korban menuruti dan akhirnya berhasil diamankan petugas.

Saat ini, pelaku telah diamankan ke Sat Reskrim Polres Samosir.(pojoksumut/zul)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru