Sadis! Terlibat Cinta Segitiga, Pemuda Tusuk Mati Selingkuhan di Hadapan Pacarnya

BANGKA - Ternyata ada kisah asmara cinta segitiga di balik peristiwa berdarah yang merenggut nyawa di Jalan Putus Nangnung, Sungailiat, Senin (14/9) siang, lalu.

M. Iqbal (36) yang merasa kesal nekat menghabisi nyawa Edo Hardjono (30), yang juga pacar, Dn. Iqbal, warga Lingkungan Paritpekir, Sungailiat ini diduga terlibat asmara cinta segitiga dengan Dn dan korban Edo.

Saat kejadian, Iqbal sedang bertemu dengan Dn di Jalan putus Nangnung. "Aku lagi santai, terus dia (korban, Red.) datang, dia pukuli Dn, aku tegur, jangan... jangan, tapi dia tetap dipukuli. Jadi aku kesal," sebut Iqbal di Mapolsek Sungailiat, Selasa (15/9) kemarin.

Pasangan kekasih itu lalu terlibat cekcok hingga berujung perkelahian. Iqbal kemudian mencabut pisau badik dibawa, saat hendak melaut.

"Saya tahu dia sama Dn. Tapi saya juga pacar Dn. Saya cintai Dn, kami pacaran," kisahnya tertunduk.

Ketika ditanya apakah ia telah berencana menghabisi nyawa korban, Iqbal mengaku spontan. Terkait pisau pun kebiasaannya selalu membawa pisau saat hendak melaut.

"Pisau saya bawa, karena mau ke laut malam itu. Tidak setiap hari bawa. Pas kejadian saya minum dikit, tapi tidak mabuk," akunya.

Akibat perbuatannya itu, dia dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Kapolres Bangka AKBP Widi Hartawan mengatakan sementara ini ada unsur asmara dalam kasus berdarah, Senin (14/9) siang, tersebut.

"Motif kasus pembunuhan ini merupakan kasus asmara. Antara korban dan pacarnya sempat ada ribut, korban memarahi Dn dan pelaku melihat," jelas Kapolres Bangka didampingi Kabag Ops AKP Teguh Setiawan dan Kapolsek Sungailiat Iptu Alvino Cahyadi.

"Kita tidak tahu teryata pelaku suka sama pacar korban. Saat ribut pelaku emosi dan terjadi perkelahian. Saat berkelahi pelaku menarik badik dan menusuk di bagian perut dan tembus," sebut Kapolres Bangka.

Polisi saat ini sedang menyelidiki lebih dalam mengenai kemungkinan pembunuhan berencana. Termasuk indikasi dendam lama, antara pelaku dan korban.

"Bisa jadi antara keduanya ada dendam lama. Belum diketahui, masih kita dalami. Kemungkinan saling curiga juga," pungkasnya. (trh/zul)

Baca Juga:

  • 6 Bulan Gali Terowongan Pakai Obeng untuk Kabur, Komisi II DPR: Aneh, Tanah Galiannya kok Tidak Ada.
  • Sesalkan Febri Diansyah Mundur, Wakil Ketua KPK: Dia Pegawai yang Turut Mengawal dan Membesarkan Nama KPK..

Berita Terbaru