Sakit Hati Dicerai Suaminya, Ibu Muda Pukul dan Benturkan Anak Balitanya ke Tembok Hingga Tewas

BENGKULU - DE (21), seorang ibu di Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu harus berurusan dengan polisi. Dia menganiaya anak kandung yang berusia empat tahun, An, di rumahnya hingga tewas, Rabu (9/6) lalu, sekitar pukul 20.00 WIB.

Kali pertama, jazad balita perempuan itu ditemukan oleh tetangganya, dengan kondisi luka lebam di beberapa bagian tubuh, termasuk kepalanya. Warga kemudian melaporkan kasusnya ke polisi.

Anggota Polsek Napal Putih langsung menindaklanjuti laporan itu dengan menangkap janda muda itu di rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB. Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Jery S Nainggolan SIK atas seizin Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Anton Setyo Hartanto SIK MH mengatakan pelaku DE sudah mengakui perbuatannya.

Polisi pun kini sudah mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan. Kepada polisi, pelaku mengaku, menganiaya anaknya hingga tewas karena kesal dilempari batu oleh korban.

“Kita masih pemeriksaan dan melakukan pengembangan mencari motif sebenarnya,” kata AKP Jery S Nainggolan, Kamis (10/6), seperti dilansir Rakyat Bengkulu.

DE mengaku memukul korban hingga membenturkan korban ke dinding yang diduga membuat korban meninggal dunia. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus tersebut.

“Kita masih pengembangan dan olah TKP, termasuk memeriksa saksi-saksi,” jelasnya.

Belum diketahui secara pasti motif ibu aniaya anak kandung hingga tewas. Pelaku yang bekerja sebagai buruh tani ini merupakan janda. Ia bercerai setelah empat bulan menikah.

Diduga pelaku kesal dan sakit hati dengan sang suami yang disebut tidak memiliki tanggungjawab dan tidak memberikan nafkah sejak bercerai. (qia/rakyatbengkulu)

Baca Juga:

  • Laksamana Enam Bulan.
  • Bed Pasien Covid-19 di RSI Penuh, Dua Rumah Sakit Lainnya Tersisa Sedikit.

Berita Terkait

Berita Terbaru