Salatnya Salah, Buya Fikri Dituding Penyusup HTI di MUI, Pernah Dukung Khilafah

JAKARTA - Nama Fikri Bareno yang melakukan kesalahan gerakan salat saat aksi demo PA 212 di depan kantor Kementerian Agama (Kemenag) terus menjadi sorotan.

Belakangan, koordinator lapangan (korlap) aksi yang mendemo Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu dituding sebagai penyusup Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat.

"Fikri Bareno adalah penyusup Hizbut Tahrir (HTI) di @MUIPusat," cuit @GunRomli pada Minggu (6/3).

Fikri Bareno diketahui menjabat sebagai wakil ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat.

Warganet pun ramai-ramai mengulik siapa dan sepak terjang Fikri Bareno.

Mohamad Guntur Romli menyebut Fikri Bareno sebagai penyusup HTI
Sementara, akun de maharya @Utara99912 juga menginformasikan Fikri Bareno tercatat sebagai pengurus Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI).

Dia berada di posisi majelis syura. Ini adalah partai yang diketuai Farid Ahmad Okbah.

Diketahui Farid Okbah sudah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri terkait kasus terorisme.

Dikutip dari Fin.co.id, Fikri Bareno adalah satu dari sekian orang yang ingin menegakkan syariah Islam dengan sistem khilafah.

Dia disebut tinggal di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kawasan Petamburan selama ini dikenal sebagai markas FPI yang kini sudah dibubarkan oleh pemerintah.

Pernyataan Fikri Bareno soal khilafah itu dimuat di majalah Al-Wa'ie. Ini adalah media politik dan dakwah yang dikelola HTI.

Tulisan tersebut dimuat pada 14 Juli 2011 berjudul: "Ust. Fikri Bareno, Sekjen al-Ittihadiyah: Ormas Islam Harusnya Memperjuang-kan Khilafah.

Dalam artikel itu, Fikri Bareno disebut kali pertama mengenal HTI pada 2005 silam. Setelah bergaul dan memahami ide-ide HTI, Fikri Bareno mendukung syariah dan Khilafah.

“Saya sangat mendukung HTI dan setuju dengan perjuangan HTI dalam penegakan syariah Islam dan Khilafah. Sebab, satu-satunya solusi bagi permasalahan umat itu adalah syariah Islam. Tidak mungkin masalah kaum muslim terselesaikan kalau bukan dengan syariat Islam. Tidak mungkin umat Islam akan jaya kalau terpecah belah. Itulah pentingnya Khilafah,” ujar Fikri Bareno seperti dikutip dari Al-Wa'ie.

Netizen yang mengetahui hal ini ramai-ramai berkomentar.

"Baiknya Fikri tidak hanya minta maaf kepada rakyat Indonesia, juga mengundurkan diri dari @MUIPusat. Paling tidak menyelamatkan MUI dari ketidakmampuan pengurusnya dalam memberi ketauladanan buat rakyat Indonesia," cuit @JOINLampung.

Ada pula yang menyebut MUI sebagai sarang teroris.

"MUI sarang antek teroris.. segera bubarkan !!!" tulis @Taufanpanjaita1.

Seperti diberitakan, koordinator lapangan (korlap) aksi bela Islam kepergok melakukan kesalahan gerakan salat saat unjukrasa PA 212 di depan kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, pada Jumat (4/3).

Hal ini terus jadi bahan pergunjingan. Orang itu ternyata bernama Fikri Bareno.

Dia adalah salah satu anggota petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Jabatan Fikri Bareno di MUI adalah wakil ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat.

“Fikri Bareno, korlap demo yg salah gerakan shalatnya, itu adalah salah satu wakil ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat di MUI Pusat. Mohon menjadi perhatian pimpinan @MUIPusat,” cuit Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir melalui akun Twitternya @na_dirs.

Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand ini meminta KH Miftachul Akhyar sebagai pemimpin MUI Pusat, menaruh perhatian terhadap persoalan tersebut.

Seperti diketahui, MUI adalah wadah berkumpulnya para ulama, zuama, dan cendekiawan. (rtc/ima)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru