Santri Kabupaten Tegal Diminta Menjadi Pelopor Penerapan Protokol Kesehatan

Bupati Tegal Umi Azizah meminta pada seluruh santri di Kabupaten Tegal untuk menjadi pelopor penerapan protokol kesehatan. Hal ini dikatakan bupati saat memberi sambutan di Hari Santri Nasional (HSN) di Gedung Pimpinan Cabang Nadhlatul Ulama Kabupaten Tegal.

Bupati Tegal Umi Azizah, Jumat (16/10) mengatakan, kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia tidak lepas dari peran serta para santri. Untuk itu, persatuan dan kesatuan perlu dijaga dengan cara menghargai kebersamaan serta semangat kegotongroyongan. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada panitia peringatan HSN, yang selalu bersemangat dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia melalui Resolusi Jihad-nya sekaligus mensyiarkan ajaran agama Islam yang rahmatanlilalamin, Islam yang ramah dan moderat.

"HSN kali ini memang tidak dapat dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya situasi wabah Covid-19.
Bangsa kita saat ini sedang dihadapkan pada persoalan serius pandemi Covid-19 yang tidak hanya memerlukan energi besar untuk memutus rantai penularannya. Tapi juga kesediaan pada setiap diri kita untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Selain itu, tambah Umi Azizah, gelombang PHK yang menyebabkan angka pengangguran terus bertambah, semakin memperluas indikasi perlunya bangsa untuk segera bangkit dari kondisi yang tidak menguntungkan ini.

Untuk itu, dengan adanya HSN tahun ini, para santri diharapkan juga bisa ikut menjadi pelopor dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Jalan kita masih panjang, masih banyak yang harus kita perjuangkan di masa sulit ini. Jangan sampai kita kehilangan identitas jati diri sebagai bangsa yang merdeka, berketuhanan yang Maha Esa dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HSN Samsul Arifin yang juga menjabat sebagai ketua Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Kabupaten Tegal menyampaikan bahwa kegiatan HSN dalam masa pandemi tetap diselenggarakan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Perwakilan santri akan dilibatkan untuk melaksanakan kegiatan dan rangkaian secara virtual sampai tanggal 22 Oktober 2020.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh pengasuh pondok, Badan Otonom NU dan 37 pengurus RMI se Jawa Tengah dan 128 ponpes di Kabupaten Tegal dengan menyaksikan lewat live streaming.

Dalam kegiatannya nanti tetap mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah pusat dengan selalu melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Punya 740 Guru Besar, NU Tidak Dilibatkan Bahas Omnibus Law, Said Aqil Geram!.
  • Tabrakan Beruntun di Tol Pemalang-Batang, Dua Mobil Ludes Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru