Satgas Covid-19 Lakukan Rapid Antigen Secara Random, Antisipasi Klaster Pelajar

BREBES - Berbagai upaya dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Brebes dalam mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 klaster sekolah.

Salah satunya melakukan rapid antigen secara random kepada pelajar di beberapa sekolah.

Sekda Brebes Djoko Gunawan mengatakan, saat ini telah dilakukan rapid swab antigen kepada para pelajar secara random di tiga sekolah.

Yakni di SMA Negeri 2 Brebes, SMA Negeri 1 Larangan dan MTs Negeri Model Brebes. Masing-masing untuk SMA 50 pelajar dan MTs 25 pelajar.

"Total ada 125 siswa yang dilakukan rapid antigen secara random. Masing-masing 50 di SMA Negeri 2 Brebes, 50 di SMA Negeri 1 Larangan dan di MTs ada 25 pelajar," ujarnya.

Dijelaskannya, selain melakukan rapid swab antigen, pihaknya juga melakukan vaksinasi di sekolah yang sama. Masing-masing sekolah melakukan vaksinasi terhadap 600 sasaran pelajar. Vaksinasi dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan PTM Terbatas, di mana vaksinasi sudah dilakukan sejak masa persiapan.

"Terkait vaksinasi pelajar, akan terus dilakukan dengan menyesuaikan stok atau ketersediaan vaksin di Kabupaten Brebes," ucap sekda.

Perlu diketahui, sedikitnya ada 180 ribu pelajar usia 12 sampai 18 tahun di Kabupaten Brebes yang harus divaksin Covid-19. Mereka adalah pelajar tingkat SMP hingga tingkat SMA yang saat ini sudah mengikuti PTM Terbatas.

"Sementara ini sebagai langkah antisipasi penyebaran di klaster sekolah kita akan memantau prokes di sekolah-sekolah. Dan untuk vaksinasi terhadap pelajar terus kita upayakan," lanjut sekda.

Ditambahkannya, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang belum siap terkait sarana dan prasarana protokol kesehatan, sedangkan sekolah tersebut sudah melaksanakan PTM Terbatas.

Jika tidak memenuhi ketentuan protokol kesehatan, maka sekolah tersebut akan langsung dievaluasi.

"Evaluasi ini sebagai upaya kami dalam mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di Brebes. Jadi, kita minta sekolah benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang ada," pungkasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Polisi Sederhana dan Jujur, Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional.
  • Tes SKD Cuma Tujuh Detik, Ternyata CASN Ketahuan Curang Kerjakan soal Pakai Software.

Berita Terkait

Berita Terbaru