Sekolah Bertaraf Internasional di Tawangmangu Diresmikan Ganjar: Seingat Saya Dulu Ini Sawah Gung Lewang Lewung

KARANGANYAR - Sekolah bertaraf internasional bernama Al-Azhar International Islamic Boarding School diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di tempat kelahirannya, Tawangmangu.

Di daerah yang dulunya hanya persawahan, Ganjar tidak menyangka, ada sekolah luar biasa megah yang siap menampung siswa-siswi dari seluruh Indonesia bahkan dunia.

Apalagi saat ia datang, ia langsung disuguhi bangunan sekolah sekaligus pondok yang megah. Bangunan empat lantai itu berdiri megah di pinggir jalan Solo-Tawangmangu.

Saat Ganjar tiba, ia langsung disambut puluhan siswa-siswi sekolah itu. Mereka bukan hanya berasal dari Jawa Tengah, melainkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu disampaikan para pelajar itu saat Ganjar menyapa mereka.

"Kamu dari mana? Aceh, wah jauh sekali ya. Kalau kamu," tanya Ganjar.

"Palu, Pak, saya dari Sulawesi, Pak, Tangerang, Jakarta. Kalimantan," jawab mereka satu persatu.

Ganjar kemudian diajak berkeliling ke sekolah tersebut. Sejumlah tempat ia kunjungi, seperti ruang kelas, kamar tidur dan tempat-tempat lainnya.

"Menarik ya, seingat saya waktu kecil dulu, di sini sawah gung lewang lewung (tidak ada apa-apanya). Hari ini ada sekolahan cukup bagus, sekolah internasional boarding school dari Al-Azhar. Dan ternyata siswanya dari seluruh Indonesia," katanya.

Menurut Ganjar, tentu dirinya senang karena tiba-tiba di daerah tempatnya dulu tinggal semasa kecil ada potensi center of excelent. Anak-anak dari berbagai daerah datang ke Tawangmangu untuk belajar, bahkan ada yang dari luar negeri.

"Ada dari Malaysia dan India juga mau datang ke sini. Menarik karena sekolahnya dikemas secara modern, gurunya muda-muda dan teknologi informasi dimasukkan dengan sangat bagus," imbuhnya.

Ia berharap sekolah tersebut bisa mendidik anak-anak menjadi generasi yang berkarakter. Selain menguasai banyak hal termasuk ilmu pengetahuan, tetapi juga menguasai agama.

"Jadi kelak di masyarakat bisa menjadi agen yang bisa memoderasi seluruh relasi-relasi antaranak bangsa bahkan dunia. Saya lihat tadi anak-anak semangatnya luar biasa, tinggal kita mendampingi agar ini menjadi tempat untuk mencetak generasi-generasi yang hebat," pungkasnya.

Sementara itu, CEO Al-Azhar International Islamic Boarding School Kartika Dewi mengatakan, sekolah itu baru berdiri pada tahun ini. Ada dua jenjang pendidikan di sekolah itu, yakni dua kelas pararel SMP dan dua kelas pararel SMA.

"Tahun depan kami akan buka kembali empat kelas. Saat ini sudah ada 70 siswa dari berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Bahkan tahun depan kami menerima beberapa murid dari luar negeri seperti Malaysia, India bahkan Brunai Darussalam," ucapnya. (*/ima)

Baca Juga:

  • Pemkab Tegal Kecolongan, Ditutup 2017 Ternyata di Eks Lokalisasi Peleman Masih Ada yang Terima Tamu.
  • Terduga Pembunuh Wanita Muda di Peleman Disebut Serahkan Diri ke Polisi.

Berita Terkait

Berita Terbaru