Selain Marshel, Puluhan Pelanggan Konten Porno Dea OnlyFans Lainnya Diburu Polisi

JAKARTA - Selain Marshel Widianto, puluhan pelanggan konten pornografi Dea OnlyFans bakal diburu polisi.

Kasus pornografi yang menjerat Dea OnlyFans hingga kini masih diselidiki oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan, pihaknya menemukan sebanyak 76 konten pornografi milik Dea OnlyFans.

Kontennya ternyata diminati banyak pelanggan, salah satunya yang diungkap kepolisian, yakni komedian berinisial M.

“Dari beberapa orang tersebut kami analisis ada satu orang, seorang komedian terkenal dengan inisial M,” kata Auliansyah di Polda Metro Jaya, Selasa (5/4).

Menurutnya, komedian berinisial M itu membeli puluhan video syur Dea OnlyFans tanpa perantara orang ketiga.

Sebab, komedian tersebut memang mengenal perempuan asal Nganjuk itu secara langsung.

Penyidik berencana memanggil komedian berinisial M tersebut pekan ini.

Pemanggilan itu untuk mengetahui apakah dia hanya membeli atau ikut menyebarkan konten milik Dea OnlyFans.

“Nanti akan kami periksa untuk jadi saksi terlebih dahulu,” ujarnya.

Saat ini, polisi sudah menyita google drive milik perempuan bernama Gusti Ayu Dewati tersebut.

Puluhan konten itu berupa video dan foto Dea OnlyFans tanpa busana. File tersebut diduga dijual melalui situs OnlyFans.

Sebelumnya, Dea OnlyFans ditangkap di Malang, Jawa Timur pada Kamis (24/3) malam.

Dia telah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi tidak ditahan dan hanya menjalani wajib lapor.

Sementara itu, ketahuan membeli konten pornografi milik Dea OnlyFans, komedian Marshel Widianto dipanggil sebagai saksi.

Di akun media sosialnya, Marshel Widianto menyampaikan permohonan maaf lantaran terjerat kasus pornografi Dea OnlyFans.

Marshel menjadi sorotan setelah ketahuan membeli konten pornografi berupa video dan foto milik Dea OnlyFans.

“Maafkan kenakalanku ya teman-teman,” ungkap Marshel Widianto melalui akun miliknya di Instagram, Rabu (6/4).

Pengisi acara Klinik Tendean itu mengakui dirinya memang nakal terkait urusan begituan.

Akan tetapi, Marshel Widianto menegaskan dirinya bukan pelaku kriminal.

“Aku memang nakal, tetapi enggak mau kriminal,” tegas pria yang punya jargon lelah miskin itu.

Marshel Widianto mengaku bakal memenuhi panggilan pihak Polda Metro Jaya.

Rencananya, dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus konten pornografi Dea OnlyFans.

“Sampai jumpa besok pukul 10 pagi ya,” imbuh Marshel Widianto.

Saat ini, para netizen tengah meramaikan twit Marshel Widianto di Twitter. Saat berita ini ditulis pukul 18.19, twit Marshel tembus angka 1.641 tweets.

Ramainya tweet itu menyusul terungkapnya Marshel sebagai komedian inisal M yang membeli konten porno milik Dea OnlyFans.

Nama Marshel sejatinya sejak awal ramai diprediksi sebagai komedian inisial M itu. Kolom komentar postingannya dipenuhi sentilan dari netizen.

Kepastian Marshel yang dimaksud dibenarkan oleh pengacaranya, Machi Achmad.

“Iya betul (Marshel), surat panggilannya sudah ada. Besok saya akan mendampingi saat pemeriksaan,” ujarnya, Rabu (6/4).

Sementara itu, Kanit 1 Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol I Made Redi Hartana menjelaskan Marshel dipanggil sebagai saksi.

“Kami jadwalkan pemeriksaan panggilan Kamis, 7 Maret 2022. Pastinya kami periksa sebagai saksi. Untuk keterkaitannya, dikarenakan penyampaian Dea dimana yang bersangkutan membeli video Dea sejumlah 76 video,” jelasnya di YouTube KH Infotainment.

Hanya saja, Redi, belum mau menyebut nama komedian tersebut.

“Saya yakin kalian sudah tahu, karena akhir-akhir ini yang bersangkutan cukup terkenal. Lihat saja besok,” sebutnya.

Sebelumnya, kepolisian membeberkan M membeli langsung konten porno itu ke Dea.

Adapun harga video dan foto bugil yang dijual Dea ke komedian terkenal itu masih dalam penyidikan.

Dea sendiri ditangkap Polda Metro Jaya di rumahnya di Malang pada Kamis (24/3) malam. Meski tersangka, Dea tidak dilakukan penahanan melainkan hanya dikenai wajib lapor selama dua kali seminggu.

Alasan tak ditahan karena tersangka tengah menyelesaikan kuliahnya.
Kepada polisi Dea mengakui baru setahun membuat konten pornografi tersebut.

Selama setahun itu tersangka bisa menghasilkan uang hingga Rp20 juta sebulan, seperti dikutip dari Pojoksatu.co.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru