Selalu Terbayang dan Terbebani Ceramahnya di TV, Motif Alfin Andrian Tusuk Syekh Ali Jaber

BANDARLAMPUNG - Motif penusukan terhadap Syekh Ali Jaber yang dilakukan Alfin Andrian saat tengah memberikan tausiah, Minggu (13/9) lalu, akhinya terungkap. Pemuda 24 tahun itu mengaku nekat melakukan penyerangan, lantaran selalu terbayang dan terbebani dengan tayangan ceramah Syekh Ali Jaber di televisi.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkannya kepada wartawan, Selasa (15/9) kemarin. “Itu motifnya,” ujarnya kepada wartawan.

Sedangkan terkait pernyataan dari orangtua Alfin yang bersikukuh anaknya mengidap gangguan jiwa, tak sepenuhnya dipercaya oleh penyidik. Alasannya, dibutuhkan pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut oleh dokter kejiwaan untuk memastikannya.

“Namun informasi yang disampaikan orang tuanya, harus dilakukan pembuktian,” ungkap Pandra.

Untuk membuktikan gangguan jiwa dimaksud, pihaknya akan menghadirkan saksi ahli. Saksi ahli dimaksud yakni dari Rumah Sakit Jiwa Lampung dan tim dokter dari Mabes Polri.

“Kita on the track. Saksi ahli akan dihadirkan. Hasilnya menunggu 14 hari,” jelasnya.

Sembari menunggu kepastian tersebut, ia memastikan pihaknya tetap akan melanjutkan proses pidana terhadap Alfin Andrian. “Secara pidana, tetap dipertangungjawabkan oleh tersangka,” tegasnya.

Dalam gelar perkara, sambung Pandra, penyidik akhirnya menjerat Alfin Andrian dengan pasal berlapis. Ditambahkan pula dengan pemeriksaan terhadap tersangka, saksi korban dan sejumlah saksi lain di lokasi kejadian.

“Dengan pemeriksaan tersebut, tersangka patut diduga melakukan penusukan dengan ancaman hukuman kurungan penjara lebih dari lima tahun,” ujar Pandra.

Alfin diduga melanggar Pasal 340 juncto Pasal 53 KUHP subsider Pasal 338 juncto 351 subsider Pasal 351 ayat 2 juncto Pasal 53 KUHP. Ia juga dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Pandra menjelaskan, penerapan pasal berlapis itu agar pelaku bisa mempertanggungjawabkan di muka hukum. “Pasal berlapis diterapkan agar tidak ada lagi celah terhadap tersangka. Itu yang dilakukan,” tegas Pandra.

Pandra menambahkan, saat ini tersangka dalam keadaan sehat dan dilakukan penahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

Penyidik sampai saat ini tengah bekerja cepat untuk menyelesaikan berkas perkara agar segera selesai dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pelaku secara hukum. ”Kami usahakan agar cepat selesai dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutur Pandra.

“Mulai saat itu dilakukan penahanan oleh penyidik Satreskrim Polresta Bandarlampung,” sambungnya.

Pandra juga memastikan, proses pidana terhadap Alfin Andrian tetap berlanjut dan harus dipertanggungjawabkan oleh tersangka. “Unsurnya sudah terpenuhi. Adanya niat, kesempatan, suatu tindakan yang mengakibatkan orang mengalami luka dan dapat mengancam jiwanya,” urai Pandra.

Lebih lanjut Zahwani mengatakan, seluruh unsur kepolisian akan dilibatkan dalam penanganan kasus tersebut. “Semua unsur kepolisian pasti akan dilibatkan,” tandasnya. (pojoksatu/zul)

Baca Juga:

  • Unggah Ceramah UAS, Mahfud MD: Terkadang Masih Ada Orang yang Ingin Mengadu Domba Antartokoh Islam.
  • Bantah Sukmawati bahwa Ideologi PKI Bukan Pancasila, Fadli Zon: PKI Bukan Unsur yang Terlibat dalam Proklamasi Indonesia.

Berita Terbaru