Semakin Mudah, Registrasi Suntik Vaksin Covid-19 Bisa via Chatbot WA

JAKARTA - Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyediakan akses pendaftaran kanal chatbot WhatsApp. Hal ini untuk memudahkan tenaga kesehatan (nakes) melakukan registrasi vaksin COVID-19.

Selain chatbot WhatsApp, pemerintah juga menyediakan kanal UMB119#, aplikasi pedulilindungi dan situs pedulilindungi.id untuk registrasi Nakes sasaran vaksinasi COVID-19. Registrasi dilakukan setelah memperoleh pemberitahuan melalui SMS.

"Bersama Kemenkes dan dengan dukungan WhatsApp, kami juga menyediakan chatbot. Ini berfungsi untuk kanal input data bagi SDM nakes yang belum ter-input datanya. Bila masuk ke dalamnya, maka channel ini akan link ke PeduliLindungi sebagai channel utama. Datanya akan tertuju kepada satu data juga," ujar Menteri Kominfo Johnny G. Plate di Jakarta, Sabtu (16/1).

Menurutnya, tenaga kesehatan yang menjadi sasaran Program Vaksinasi COVID-19 dapat mengisikan data diri melalui chatbot WhatsApp di tautan bit.ly/vaksincovidRI atau nomor 081110500567.

"Tenaga kesehatan yang belum menerima pemberitahuan vaksinasi melalui SMS PEDULICOVID dapat mengirimkan data melalui kanal itu. Ada langkah-langkah yang diarahkan dalam chatbot," jelasnya.

Mereka diminta mengisi di WhatsApp dan diteruskan ke sistem satu data vaksin dalam bentuk teks. Data yang diterima, lanjutnya, masuk menjadi database. Kemudian divalidasi oleh Sistem Satu Data.

"Jika data yang dimasukkan valid, maka registrasi dilakukan lewat pedulilindungi.id, aplikasi pedulilindungi dan UMB *119#," ucapnya.

Awalnya fitur pendaftaran melalui chatbot untuk Vaksinasi Covid-19 akan ditempatkan di Chatbot COVID-19. Karena fungsinya berbeda, akhirnya menggunakan akun sendiri. Namun, tahap awal mesinnya di integrasikan dengan mesin chatbot COVID-19 agar saling backup.

Layanan chatbot bertujuan untuk mempermudah penerima vaksinasi COVID-19 melakukan registrasi dimana pun. Setelah terverifikasi, tenaga kesehatan dapat mendaftarkan diri untuk membuat janji di fasilitas kesehatan.

Selain itu, mereka mendapatkan konfirmasi terkait waktu dan tempat pelaksaan vaksin. Penyediaan layanan itu juga merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bersama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi COVID-19.

"Kami mengharapkan dengan adanya kanal WhatsApp ini akan menjangkau seluruh SDM tenaga kesehatan. Tetapi, jalan lupa terapkan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) selama pelaksanaan vaksinasi. Protokol kesehatan ini wajib. Semua lapisan harus mematuhinya," tandasnya.(rh/zul)

Baca Juga:

  • Kota Tegal Semakin Panas, Wali Kota Laporkan Wakil Wali Kota ke Polisi atas Dugaan Rekayasa Kasus.
  • Wakil Ketua MUI Sebut Jika Presiden Jokowi Ditahan Negara Berantakan, Habib Rizieq Ditahan Umat Berantakan.

Berita Terkait

Berita Terbaru