Seminggu Bertambah 63 Orang, Kasus Positif Covid di Kabupaten Tegal Jadi 478 Pasien

SLAWI - Kasus warga di Kabupaten Tegal yang terkonfirmasi positif covid-19 masih terus bertambah. Bahkan seminggu terakhir, jumlahnyamencapai 63 orang, di mana dua orang di antaranya meninggal dunia.

Dari 63 kasus baru itu di antaranya ditemukan dari lima klaster keluarga. Data terupdate perkembangan kasus covid-19 di Kabupaten Tegal itudipublikasikan Jurubicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dr. Joko Wantoro, Kamis (15/10) siang.

Klaster keluarga pertama berasal dari Desa Banjaranyar Kecamatan Balapulang. Dari klaster ini terungkap empat orang anggota keluarga sebagai kontak erat pasien Covid-19, seorang perempuan berinisial SK (63).

Keempatnya bersama SK kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Dari pasien SK ini pula ditemukan seorang kontak erat lainnya, dan menjalani isolasi mandiri di Desa Dukuhwringin Kecamatan Slawi.

Sedangkan klaster keluarga kedua ditemukan di Desa Slawi Wetan Kecamatan Slawi. Tiga orang anggota keluarga diketahui menjadi kontak erat dari pasien terkonfirmasi, D (57).

Sementara klaster keluarga ketiga ditemukan pada tiga orang kontak erat kasus Covid-19 seorang warga Desa Balapulang Kulon Kecamatan Balapulang berinisial, S (66), yang meninggal dunia, Sabtu (26/9) lalu. Ketiganya kini menjalani isolasi mandiri.

Klaster berikutnya ditemukan pada tiga orang yang menjadi kontak erat dari pasien Covid-19, NK (47), warga Kelurahan Kudaile Kecamatan Slawi. Ketiga orang yang menjadi kontak eratnya antara lain, dua orang warga Desa Mejasem Barat Kecamatan Kramat dan seorang warga Desa Bandasari Kecamatan Dukuhturi.

"Ketiganya kini menjalani isolasi mandiri. Sedangkan NK sudah dinyatakan sembuh, setelah dirawat di RS Harapan Anda Kota Tegal," kata dr. Joko.

Joko menambahkan pada penambahan kasus konfirmasi baru ini, pihaknya kembali menemukan dua orang warga Desa Sindang Kecamatan Dukuhwaru sebagai kontak erat, R (65), asal desa yang sama. Sementara R sudah meninggal dunia, Senin (21/9) lalu.

Sedangkan dua orang warga Desa Dukuhturi Kecamatan Dukuhturi terpaksa harus menjalani isolasi mandiri, setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19 akibat tertular dari pasien perempuan, MY (26), warga setempat.

Sementara 45 orang pasien Covid-19 lainnya dari penambahan kasus baru ini sebagian besar masih menjalani perawatan, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumahnya. Hanya sebagian kecil yang sudah dinyatakan sembuh dan dua orang meninggal dunia.

Dua orang pasien Covid-19 yang meninggal dunia adalah T (68), asal Desa Kedungkelor Kecamatan Warureja, Jumat (9/10) lalu, dan T (65), asal Desa Harjosari Kidul Kecamatan Adiwerna. Pasien T meninggal dunia, Selasa (6/10).

“Sebelumnya pasien T sempat dirawat di RSI PKU Muhammadiyah, Singkil, Adiwerna. Namun atas permintaan sendiri, oleh pihak keluarga, pasien T dirawat di rumahnya hingga tutup usia,” ujar dr. Joko lagi.

Hingga, Kamis (15/10) kemarin, akumulasi jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal mencapai 478 orang. Rinciannya, 358 orang sudah dinyatakan sembuh, 80 orang sedang menjalani perawatan, dan 40 orang meninggal dunia. (guh/zul)

Baca Juga:

  • Kerap Lontarkan Narasi Tendensius, Sekjen PBNU: Gus Nur Gak Kapok Hina NU.
  • Tak Diajak Bahas UU Ciptaker, Presiden Jokowi Singkirkan NU? Said Aqil Bilang Begini.

Berita Terkait

Berita Terbaru