Sentil Para Pembela LGBT, Nicho Silalahi: Giliran Tanah Rakyat Dirampas Pada Diam, Bang***

JAKARTA - Para pembela lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di media sosial (medsos) disindir pegiat medsos, Nicho Silalahi. Dikatakan Nicho, para pembela LGBT dengan lantang menyuarakan hak-hak mereka, tapi hak-hak rakyat pada umumnya terkesan bungkam.

“Giliran LGBT lantang kalian bersuara untuk menghormati hak mereka, tapi giliran Tanah Rakyat Dirampas, Upah Murah Pada Kaum Buruh, Mahasiswa Dipentungi Hingga Ditembak Mati, Rakyat Sipil Dibantai, Taipan Disubsidi Muncung Kalian Pada Diam Bangsat,” ujarnya, Rabu (25/5).

Salah satu yang getol membela LGBT adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir. Dia sangat aktif dan turut angkat bicara soal ramainya pembahasan LGBT di Tanah Air.

Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) NU di Australia dan New Zealand itu mengutarakan pendapatnya soal LGBT, menjawab pertanyaan warganet soal pandangannya.

Gus Nadir mengatakan pelaku LGBT adalah makhluk ciptaan Tuhan yang membawa ruh suci, serta punya hak yang sama untuk dihormati. “Hormati mereka sbg sesama manusia. Setiap manusia membawa ruh suci dari Allah,” tegas Gus Nadir

Menurutnya sebagai makhluk tuhan dan warga negara, mereka punya hak serta kewajiban yang sama. Tidak boleh terjadi diskriminasi terhadap siapapun termasuk kepada pelaku penyuka sesama jenis.

“Sebagai warga negara, mereka juga punya hak dan kewajiban yang sama. Tidak boleh terjadi diskriminasi terhadap siapapun juga,” lanjutnya lugas.

Di sisi lain, jika menyinggung soal dosa adalah kuasa Tuhan yang punya hak prerogatif. “Urusan dosa atau tidak, itu urusan mereka dg Allah. Sesederhana itu. Gak pakai ribet,” tandasnya.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan pengibaran bendera pelangi simbol kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pemerintah RI pun buru-buru melayangkan protes karena pengibaran bendera LGBT seperti itu dan mempublikasikannya melalui akun resmi sosial media Kedubes Inggris merupakan bentuk sikap tidak sensitif dan menciptakan polemik di tengah masyarakat Indonesia. (fajar/zul)

Baca Juga:

  • Tembakan Bharada E Hanya Lukai Brigadir J, Dahlan Iskan Dapat Bocorannya dari Mahfud MD.
  • Brigadir Joshua 2 Kali Bertengkar dengan Bripka RR di Magelang dan Jakarta, Sebelum Akhirnya Ditembak Mati.

Berita Terkait

Berita Terbaru