Sepekan Terakhir Kasus Covid-19 Melandai, Epidemilog UI Sarankan Jokowi Hentikan PPKM

JAKARTA - Sepekan pascaberlangsungnya arus mudik dan balik Idulfitri 1443 Hijriyah memunculkan desakan supaya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dihentikan. Pasalnya, jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air sudah melandai.

Desakan penghentian PPKM itu diungkapkan epidemilog Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono melalui akun Twitternya, Senin(16/5). "Pergerakan penduduk mudik yang sangat masif ternyata tak berdampak pada lonjakan kasus omikron. PPKM bisa dihentikan, agar ekonomi rakyat bisa pulih cepat."

Kendati mendorong pemerintah secepatnya menghentikan PPKM, Pandu tetap mewanti-wanti pemerintah tetap menggencarkan sejumlah langkah-langkah pencegahan.

"Program vaksinasi booster terus diperluas, dipercepat agar semua penduduk divaksinasi. Anjuran masker terus dilanjutkan," demikian Pandu.

Per Senin petang (16/5), jumlah kasus aktif Covid-19 tercatat sebanyak 4.697 orang, atau turun 87 orang dari jumlah total kasus aktif kemarin yang berada di angka 4.784 orang.

Sementara untuk jumlah kasus positif baru secara nasional hari ini bertambah sebanyak 182 orang, lebih rendah dari kasus sembuh yang bertambah sebanyak 263 orang.

Secara total nasional, kasus sembuh di Indonesia kini sudah sebanyak 5.889.797 orang atau sebanyak 97,3 persen dari total kasus positif positif Covid-19 nasional yang sudah sebanyak 6.050.958 orang.

Adapun untuk kasus meninggal nasional, hari ini Satgas Covid-19 mencatat tambahan sebanyak 6 orang. Jika dilihat totalnya, kasus meninggal kini naik menjadi 156.464 orang atau sebesar 2,6 persen dari total kasus positif. (rmol/zul)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terbaru