Setelah Mati Tertembak, Empat Tubuh Pencuri Digantung di Alun-alun oleh Taliban

KABUL - Taliban menggantung empat jazad pencuri menggunakan crane setelah dihukum mati oleh mereka di kota Herat, Afghanistan, Sabtu (25/9) lalu. Pada jazad-jazad yang tergantung itu, di bagian dadanya terdapat papan bertuliskan, 'pencuri akan mendapatkan hukuman seperti ini'.

"Tujuan empat jazad itu digantung di kawasan publik setelah dihukum mati adalah sebagai 'pelajaran' bahwa pencurian sebagai tindakan yang tak bisa ditoleransikan," kata Deputi Gubernur Herat Mawlawi Shir Ahmad Muhadjir dalam sebuah pernyataan yang dikutip, Senin (27/9).

Terkait jazad-jazad yang digantung tersebut, Muhajir mengatakan, awalnya pasukan keamanan diinformasikan ada seorang pengusaha dan anaknya yang menjadi korban pencurian di kota tersebut, Sabtu pagi.

Kemudian polisi menutup semua jalanan di kota itu, dan Taliban menghentikan setiap pria di pos penyekatan (check point). Kemudian terjadi aksi saling tembak.

"Dalam beberapa menit pertempuran, saut dari Mujahid kami terluka dan empat pencuri terbunuh," ujarnya

Muhajir mengklaim ketika kekhalifahan Islam berjaya di Afghanistan lewat pihak mereka, "Tak ada yang bisa menyakiti bangsa kami. Tak ada yang harus menjadi pencuri," ujar Muhajir dalam rekaman video pernyataan ke AFP.

Muhajir mengatakan seorang bocah pria yang diculik itu berhasil diselamatkan, dan tujuan penculik mendapatkan uang dari penyanderaan digagalkan.

"Ini menyedihkan kami ketika banyak yang di antara kita di Herat, rakyat kita diculik," pungkasnya. (fin/zul)

Baca Juga:

  • Polisi Sederhana dan Jujur, Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional.
  • Tes SKD Cuma Tujuh Detik, Ternyata CASN Ketahuan Curang Kerjakan soal Pakai Software.

Berita Terkait

Berita Terbaru