Sewa Pembunuh Bayaran, Ibu Tiri Tega Habisi Anaknya karena Persoalan Sepele

INDRAMAYU - Madi tidak menyangka anaknya MYP atau yang akrab disapa Ucup yang baru berusia 8 tahun dibunuh istrinya sendiri, SA (21). Madi tidak habis pikir SA bisa sejauh itu bertindak, yakni enyuruh pembunuh bayaran untuk menghilangkan nyawa Ucup.

MYP alias Ucup ditemukan meninggal di Sungai Prawira Balongan, Agustus lalu. Sebulan kemudian, terungkap kalau Ucup ternyata dibunuh oleh ibu tirinya SA.

Dia tak beraksi sendirian, tetapi melibatkan pembunuh bayaran berinisial SAP (26). Fakta itu membuat Madi shock.

Ditemui di rumah orang tuanya di Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, Jumat (24/9) sore, Madi terlihat tengah menggendong bayi perempuan berusia 10 bulan, buah cintanya dengan SA.

Madi mengungkapkan di rumah orang tuanya itulah Ucup biasa menginap. Sementaranya istrinya, SA, tinggal di rumah kontrakan yang berjarak sekitar 15 meter dari rumah orang tuanya.

“Anak saya memang lebih sering tidur di rumah neneknya ini(orang tua Madi, red). Tapi kalau mau sekolah minta uang saku ke istri saya,” tutur pria 35 tahun itu.

Madi selama ini memang lebih banyak bekerja di off shore (lepas pantai). Ia baru saja pulang dari Natuna, bekerja di anjungan lepas pantai (off shore) di bagian maintenance.

Dalam sebulan dia biasa bekerja dua minggu, kemudian dua minggu ada di rumah. Ia bekerja di perusahaan yang berbeda-beda, terakhir bekerja di PT Sheftindo Energi.

Pada saat ada kabar anaknya hilang, Madi masih berada di lokasi kerja di Natuna.

“Saya dapat info anak saya ditemukan meninggal dari medsos. Saya benar-benar shock dan lemas ketika mendengar kabar kalau ada penemuan mayat bocah berusia 8 tahun. Setelah saya menyuruh teman untuk mengambil foto, ternyata ciri-cirinya memang persis dengan anak saya,” ungkap Madi kepada Radar Indramayu.

Madi berangkat kerja ke Natuna 1 Agustus, dan terakhir ketemu Ucup 14 Agustus melalui video call. “Ternyata itu pertemuan terakhir saya dengan Ucup (nama panggilan anaknya),” ungkapnya mengenang.

Madi mengaku tidak habis pikir kalau istrinya, SA, tega menghabisi Ucup, anak Madi dari istri pertamanya MA. Madi dan MA sendiri bercerai. Kini MA bekerja sebagai TKI di luar negeri.

Menurut Madi, hubungannya dengan SA selama ini juga baik-baik saja. Tidak ada persoalan yang berarti. Hanya masalah anaknya yang dianggap bandel memang kerap membuat jengkel.

Madi mengakui kalau anaknya memang kerap bandel. Tapi menurutnya, itu merupakan kenakalan anak-anak seusianya dan wajar. “Memang anak saya kadang bandel. Disuruh mandi susah. Disuruh jangan main kotor-kotoran tidak nurut,” ujarnya.

Madi terlhat masih lemas dan hanya bisa pasrah atas musibah ini. Ia berharap aparat penegak hukum bisa memberikan hukuman yang adil kepada para pelaku pembunuhan anaknya.

Madi saat ini punya pekerjaan baru, merawat bayi berusia 10 bulan. Anak perempuan hasil hubungannya dengan SA, yang harus meringkuk di terali besi.

Tindakan SA memang keterlaluan. Awalnya pihak keluarga mengira Ucup hilang begitu saja. Mereka baru tahu kalau dia dibunuh ibu tirinya setelah mendengar kabar kalau pelaku ditangkap polisi.

“Saya tidak menyangka bisa seperti ini. Ternyata korban dibunuh oleh ibu tirinya,” kata Bali (33), paman korban saat ditemui di kediaman nenek korban di Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel, Rabu (22/9) lalu, seperti yang dikutip dari radar cirebon.

Bali sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan SA. Menurutnya, selama ini ibu tiri korban di mata keluarga terlihat baik. Tapi ternyata hatinya jahat. SA juga terlihat sayang kepada Ucup, walau merupakan anak tiri.

Namun di balik itu semua tidak menyangka kalau SA tega menghabisi bocah yang masih duduk di kelas 2 SD itu dengan menyewa pembunuh bayaran.

Bali pun menceritakan bagaimana awal cerita hilangnya Ucup. Menurutnya, korban awalnya diketahui hilang sejak Senin 16 Agustus 2021 lalu.

Saat itu nenek korban mencoba mencari MYP, setelah sang cucu tidak kunjung pulang. Ia juga sempat menanyakan keberadaan korban ke ibu tirinya, SA. Namun saat itu SA mengelak dan mengaku tidak tahu.

Keluarga baru mengetahui keberadaan MYP yang hilang dari media sosial. Setelah banyak beredar berita bahwa telah ditemukannya mayat bocah laki-laki di Sungai Prawira di Desa Rawadalem Kecamatan Balongan 19 Agustus.

Kondisi ciri-ciri fisik mayat bocah yang ditemukan sudah membusuk itu ternyata mirip dengan Ucup. Saat itu, pihak keluarga sempat pasrah dan mencoba menerima kenyataan.

Namun kini keluarga benar-benar dibuat shock. Sama sekali tidak menyangka kalau kemudian terungkap bahwa ternyata Ucup dibunuh oleh ibu tirinya dengan menyewa pembunuh bayaran. (oet/zul)

Baca Juga:

  • Polisi Sederhana dan Jujur, Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional.
  • Tes SKD Cuma Tujuh Detik, Ternyata CASN Ketahuan Curang Kerjakan soal Pakai Software.

Berita Terkait

Berita Terbaru