Si Tikus Pastikan Tiket Prancis ke Final Four UEFA Nations League 2020

LISBON - Prancis mengalahkan juara bertahan, Portugal untuk melenggang ke babak semifinal UEFA Nations League 2020. Tiket Final Four ini dipersembahkan si Tikus (julukan N’Golo Kante).

Gelandang Chelsea itu mencetak gol kemenangan Les Bleus di menit ke-54 untuk memastikan timnya unggul 1-0 di Estadio Da Luz. Berawal dari sepakan Adrien Rabiot yang gagal diantisipasi dengan baik kiper Portugal, Rui Patricio, pemain 28 tahun itu menjebloskan bola ke dalam gawang dari jarak dekat.

Secara keseluruhan, penampilan pemain muslim berdarah Mali itu memang luar biasa. Sepanjang 90 menit, ia bersama Rabiot mengontrol lini tengah. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pemain dengan jumlah tekel terbanyak.

The Rat total melakukan lima tekel yang berhasil mematahkan serangan Cristiano Ronaldo dkk. Untuk kinerja mencoloknya di Lisbon, mantan pemain Leicester City tersebut terpilih sebagai man of the match. Situs sepak bola terkemuka dunia, Whoschored memberinya rating 8,6.

Gol kemenangan yang dipersembahkan Kante mengantar Prancis ke puncak klasemen Grup A3 sekaligus menjadi negara pertama yang lolos ke semifinal. Mengoleksi poin 13, juara dunia 2018 itu menggeser Portugal yang mengantongi 10 angka.

Meski Portugal masih bisa menyamai perolehan poin mereka, Prancis sudah pasti juara grup karena unggul head to head atas sang rival. Sebelumnya, pada pertemuan pertama di Paris, Oktober lalu, kedua negara bermain imbang 0-0.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps mengaku sangat bangga dengan sukses timnya mengalahkan Portugal dan lolos ke semifinal UEFA Nations League. Berbicara kepada TF1, ia mengklaim kemenangan itu layak bagi anak asuhnya.

"Kami pantas menang dan kami telah memenuhi tujuan kami untuk finis teratas. Saya sangat bangga dengan para pemain. Mereka membuktikan malam ini bahwa Prancis masih tim yang hebat," kata Deschamps dikutip dari situs resmi UEFA.

Prancis yang sebelumnya kalah 0-2 dari Finlandia di laga uji coba menurut Deschamps tampil luar biasa. Ia bahkan menyebut laga melawan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan menjadi penampilan terbaik mereka dalam beberapa bulan terakhir.

"Mengingat kualitas lawan, tentu saja ini salah satu penampilan terbaik kami belakangan ini. Skuad muncul dan tampil dan saya sangat senang untuk mereka karena mereka telah membuktikan semangat tim mereka dan bahwa mereka adalah pesaing," ujarnya.

Bek Prancis, Raphael Varane mengamini pelatihnya. "Saya pikir ini adalah pertandingan terbaik yang kami mainkan dalam beberapa bulan terakhir. Kami melihat banyak hal baik dalam hal permainan menyerang dan cara kami bertahan sebagai sebuah tim. Kami bisa menjadi bangga pada diri kita sendiri," tegasnya.

Di kubu Portugal, pelatih Fernando Santos tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengatakan, timnya bermain buruk di babak pertama. “Tanggung jawab ada di tangan saya. Kami mengalami banyak kesulitan, Prancis berada di atas angin pada babak pertama,” katanya di situs resmi FPF.

Santos menjelaskan, ia sangat malu dan tidak habis pikir dengan performa timnya. “Kami tidak memiliki kemampuan untuk memulihkan atau memainkan bola. Kami memasuki babak kedua dengan lebih baik, tetapi kami menderita,” jelasnya.

Portugal sebenarnya lebih banyak mengancam di pertandingan ini. Juara Piala Eropa 2016 itu tercatat melakukan total 18 tembakan berbanding 12 milik Prancis. Hanya saja, mereka hanya mencatatkan lima tembakan tepat sasaran, atau dua lebih sedikit dari yang dibuat Prancis.

"Kami tidak terlalu agresif dalam permainan, terutama di babak pertama, di mana kami banyak membiarkan Prancis. Mereka nyaman dalam permainan, mereka membuat kami sedikit berlari. Kami tidak beradaptasi dengan taktik mereka,” kata pemain Portugal, Danilo.

Selain kurang agresif, Danilo menyebut jarak antar-pemain di lapangan terlalu berjauhan dan tidak kompak. “Jadi lebih sulit untuk memenangkan bola. Kami ingin berada di empat besar, tetapi hasilnya tidak akan berdampak negatif. Kami selalu ingin menang, tetapi itu tidak selalu memungkinkan. Kami akan bekerja untuk tujuan lain," tegasnya. (amr/zul)

Baca Juga:

  • Bilang Sakit Tanpa Surat Keterangan Dokter, Polisi Tak Terima Alasan Habib Rizieq Mangkir.
  • Pakar Imunisasi: Penyintas Covid-19 Jangan Bangga Dulu, Kedepannya Tidak Tahu Jadi Apa.

Berita Terkait

Berita Terbaru