Sindir Gus Miftah, Ustaz Jhoni Al-Anas: Kalau Tak Tahu, Nggak Usah Keluarkan Statement yang Tak Berguna

JAKARTA - Pernyataan Gus Miftah yang mempertanyakan sejak kapan rendang babi mempunyai agama masih terus menarik untuk dibahas dan dikomentari. Kekinian, seorang penceramah Ustaz Jhoni Al-Annas mengungkapkan sindiran kerasnya kepada pendakwah asal Sleman, Jogyakarta itu.

Sikap yang ditunjukkan Gus Miftah itu sangat disayangkan Ustaz Jhoni Al-Annas, karena kasus rendang babi padahal sebenarnya sudah sempat meredup. Justru karena ucapan atau pertanyaan Gus Miftah soal sejak kapan rendang punya agama kini kembali geger.

"Beberapa bulan yang lalu ada namanya rendang babi, padahal itu sudah redup terus ada seorang ulama katanya, sejak kapan rendang itu punya agama," kata Ustaz Jhoni Al-Annas di kanal YouTube Suluah Channel, Rabu (29/6).

"Katanya dia (Gus Miftah) adalah seorang ulama, ini nggak apa-apa nanti diviralkan saja, mudah-mudahan sampai ke telinganya," sambungnya.

Kemudian Ustaz Jhoni Al-Annas lebih menyetujui dengan balasan yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH). Ustaz Adi Hidayat menyebut bahwa rendang punya agama sejak angklung punya kewarganegaraan.

"Sejak kapan rendang itu punya agama? Sejak orang minang punya filsafat 'Adaik basandi sarak, sarak basandi kitabullah'. Kita tegaskan orang Sumatera Barat belum tentu orang Minang, orang Padang belum tentu orang Minang, tapi kalau orang Minang sudah pasti orang Sumatera Barat. Jadi orang Minang diyakini 100 persen umat Islam, selesai itu," tuturnya.

Jadi Ustaz Jhoni Al-Annas meminta jangan ada lagi ucapan-ucapan yang mirip dengan Gus Miftah karena menurutnya itu tidak baik. Ustaz Jhoni Al-Annas mengimbau Gus Miftah atau pihak manapun agar tidak semena-mena membahas budaya orang lain tanpa mengetahui duduk perkaranya.

"Jadi jangan ada lagi bahasa seorang da'i itu apalagi seorang ulama, kalau ndak tahu budaya-budaya tetangga kita, provinsi lain, nggak usah mengeluarkan statement yang nggak ada gunanya," tegasnya.

Hal tersebut menurut Ustaz Jhoni Al-Annas perlu diluruskan demi menghindari pernyataan yang bersifat menyerang dari pihak lain. "Ini perlu kita luruskan ayahanda/bundo, kenapa? Karena kalau ada salah sedikit Sumatera Barat ini, begitu banyak ribuan statement yang akan menyerang. Jadi ini perlu kita luruskan," ujar Ustaz Jhoni Al-Annas.

"Sejak kapan rendang itu punya agama, sejak Sumatera Barat mempunyai filsafah 'Adaik basandi sarak, sarak basandi kitabullah' otomatis orang Minang ini 100 persen umat Islam," ucapnya menambahkan.

Sebelumnya Gus Miftah masih merasa bingung dengan banyaknya kecaman terkait pertanyaan yang dilontarkannya soal sejak kapan rendang punya agama. Gus Miftah masih meyakini secara tegas bahwa rendang atau benda mati apapun tidak mempunyai agama.

Menurutnya, yang jelas umat Islam diharamkan untuk mengonsumsi daging babi. Namun, untuk agama lain terutama Kristen Gus Miftah tidak ingin ikut campur karena memiliki aturan agama yang berbeda.

Kalau kemudian berbicara Al-Baqarah (ayat) 168, seandainya Al-Quran yang baca itu orang Islam ya berarti yang wajib makan halal itu orang Islam," kata Gus Miftah, dikutip dari kanal YouTube JAGAD STUDIO OFFICIAL, Sabtu (25/6).

"Wong Kristen arep mangan opo yo terserah, wong cangkem-cangkeme dewe. Kono nduwe babi dimasak opo yo terserah," ucapnya menambahkan.

Gus Miftah menegaskan bahwa apabila orang Kristen ingin memasak daging babi dengan cara di rendang hingga dijadikan babi guling itu terserah umat mereka.

Kemudian Gus Miftah ingat kasus yang pernah melibatkan komedian Coki Pardede dan Coki Muslim. Pada saat itu Coki dan Tretan secara terbuka membuat konten video memasak daging babi dengan dicampur kurma.

Gus Miftah juga bingung ada orang yang marah hingga menyebut penistaan agama saat Coki Pardede dan Tretan Muslim memasak daging babi campur kurma. "Kulo moco SMS'e, bunuh! Penistaan agama. Aku mbathin, sejak kapan benda mati punya agama?" ujar Gus Miftah. (dis/zul)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Tabungan Brigadir J Diduga Dikuras Salah Seorang Tersangka Pembunuhnya, Pengacara Keluarga: Orang Mati Kirim Duit.

Berita Terkait

Berita Terbaru