Sindir Menag Yaqut, Komedian Papa Zidan: Mungkin Waktu Lahir Nggak Diazanin, Tapi Digonggongin!

JAKARTA - Membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing, pernyataan Menteri Agama (Menag) Gus Yaqut Cholil Qoumas menjadi kontroversi. Banyak kalangan mengecam.

Salah satunya komedian Papa Zidan yang menyebut Gus Yaqut waktu lahir tidak diazanin.

Papa Zidan menganggap orang yang menyamakan suara azan dengan suara anjing, saat lahir tidak diberi adzan.

"Orang yang nyamain suara azan dengan suara anjing, mungkin waktu lahir dia enggak diazanin, tapi digonggongin. Guk guk," ucap Papa Zidan, dari postingan akun Instagram pribadinya (@papazidan3), Kamis (24/2).

Pria bernama asli Encep Muhammad Subhan itu memberikan kritik keras terhadap Menag Yaqut.

Dalam caption di postingan Instagram itu, komedian yang dikenal dengan kalimat "Matematika itu mudah bukan? Bukan!" menambahkan kalimat yang singkat.

"Pak istighfar pak...," tulis Papa Zidan.

Sejumlah pengikutnya tertawa saat melihat video yang diunggah oleh Papa Zidan.

Kebanyakan dari pengikutnya di Instagram setuju dengan sindiran yang dilontarkan olehnya.

"Kalo anggota DPR kebal hukum, apakah menteri bakal dapat perlakuan yg sama?," ucap salah seorang netizen.

"Jadi pejabat itu mudah bukan? BUKAN," timpal netter lain.

"Hati-hati pak ada tukang bakso lewat," komentar netizen lainnya.

Dikutip dari Fin, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mendapat banyak kecaman usai membandingkan aturan toa di masjid dan musola dengan gonggongan anjing.

Menag Yaqut menganggap suara-suara toa di masjid akan menimbulkan gangguan apabila dinyalakan secara bersamaan.

"Misalnya ya di daerah yang mayoritas muslim. Hampir setiap 100-200 meter itu ada musala-masjid," tutur Yatuq di Gedung Daerah Provinsi Riau pada Rabu (23/2).

"Bayangkan kalau kemudian dalam waktu bersamaan mereka menyalakan Toa bersamaan di atas. Itu bukan lagi syiar, tapi gangguan buat sekitarnya," tambahnya.

Setelah itu Yaqut kembali memberi contoh kehidupan masyarakat yang beragama non-muslim akan terganggu jika mendengar suara Toa di masjid atau musola dengan kencang.

"Saya muslim, saya hidup di lingkungan nonmuslim. Kemudian rumah ibadah saudara-saudara kita nonmuslim menghidupkan toa sehari lima kali dengan kenceng-kenceng, itu rasanya bagaimana," tuturnya.

Kini yang jadi permasalahan adalah Yaqut memberi contoh bahwa ada suara lain yang bisa menimbulkan gangguan, salah satunya gonggongan anjing.

"Misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu nggak?," papar Yaqut. (Rtc/ima)

Baca Juga:

  • Brigadir Joshua 2 Kali Bertengkar dengan Bripka RR di Magelang dan Jakarta, Sebelum Akhirnya Ditembak Mati.
  • Pistol Glock 17 untuk Tembak Mati Brigadir J Bukan Milik Bharada E, Tapi Milik Ajudan Istri Ferdy Sambo.

Berita Terbaru