Sindir Rizal Ramli, Ngabalin Sebut yang Tertinggal Dalam Otaknya Hanya Septic Tank

JAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli (RR) dituding pendendam dan sudah bau tanah oleh tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin. Tudingan Ngabalin itu diduga kuat untuk menanggapi pernyataan RR yang menyebut Jokowi lebih layak dipenjara karena banyak menyebarkan berita bohong.

Kendati menuding RR sakit hati dan pendendam, namun Ngabalin tidak menjelaskan mengapa RR sakit hati. Hanya saja, publik menduga, pernyataan Ngabalin terkait pemecatan RR dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman 2016 lalu.

“Kalau yang ini orgnya sangat pendendam karena sakit hatinya dalam banget masuk sampai sum-sum tulang belakang, nafsunya melebihi akal sehat dan yang tertinggal dalam otaknya hanya septic tank tunggu waktunya karena sudah bau tanah,” kata Ngabali melalui akun Twitternya, @AliNgabalinNew, Senin (13/9), seperti yang dilansir PojokSatu.id.

Ngabalin membagikan tangkapan layar berita berjudul “Kata Rizal Ramli Jokowi Lebih Layak Dipenjara Sebab Banyak Tebar Berita Bohong”.

Ia menyebut Rizal Ramli dicopot Presiden Jokowi dari jabatan menteri karena tidak memiliki prestasi. “Waktu menjabat nggak tahu prestasi apa yang dibuat, akhirnya dipecat OMG,” tandas Ngabalin.

Sebelumnya, Rizal Ramli menyebut Presiden Joko Widodo lebih layak dipenjara karena banyak berbohong. Pernyataan itu dilontarkan Rizal Ramli saat mengomentari desakan sejumlah pihak, agar jurnalis senior Hersubeno Arief dipenjara karena sebar hoaks Megawati koma.

“Jurnalis senior Hersubeno Arief dipolisikan GBM, dianggap sebar berita hoax tentang kondisi Megawati,” ujar Rizal Ramli, Minggu (12/9)

“Jika itu terjadi Presiden Jokowi jauh lebih layak dipolisikan. Jokowi banyak menebar berita bohong, seperti mobil Esemka, impor dan stop uang,” sambungnya.

Diketahui, Gardu Banteng Marhaean (GBM) berencana melaporkan Hersubeno Arief ke polisi karena dianggap menyebarkan hoaks Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri koma dan dirawat di rumah sakit.

Permasalahan tersebut bermula saat Hersubeno membagikan video di kanal YouTube Hersubeno Point yang mengabarkan kondisi Megawati. Jurnalis yang akrab disapa Hersu itu membantah menyebarkan hoaks Megawati koma.

Dia hanya memverifikasi informasi yang menyebar di media sosial tentang kondisi Megawati. Hersu juga mendapat informasi dari temannya yang berprofesi sebagai dokter bahwa Megawati koma dan dirawat di rumah sakit.

“Seorang teman dokter bahkan sempat mengirim pesan WhatsApp ke saya bahwa bunyinya begini ‘Megawati koma. Di ICU RSPP. Valid 1.000 persen’,” kata Hersubeno Arief saat membacakan pesan dari salah seorang dokter.

Hersu mengaku sudah berusaha mengkonfirmasi kabar tersebut ke sejumlah politisi PDIP. Dia juga sudah menayangkan klarifikasi dan bantahan Megawati sakit. (one/zul)

Baca Juga:

  • Polisi Sederhana dan Jujur, Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional.
  • Tes SKD Cuma Tujuh Detik, Ternyata CASN Ketahuan Curang Kerjakan soal Pakai Software.

Berita Terkait

Berita Terbaru