SiTangkas, Solusi Cepat Atasi Kedaruratan Covid-19 dan Permasalahan Sosial

SLAWI - Tingkatkan layanan kedaruratan Covid-19 dan permasalahan sosial, Polda Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan aplikasi SiTangkas atau sistem informasi tanggap kolaboratif dan responsif.

Simbolis peluncuran dilakukan secara virtual dari Semarang dan disaksikan Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie dari Polres Tegal pada Kamis (14/10) pagi.

Ardie yang didampingi Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Tegal Kompol Nita Febriyanti dan Perwira Penghubung Kodim 0712/Tegal Mayor Inf Slamet Muchadin memberikan apresiasi atas diluncurkannya aplikasi tersebut.

Menurutnya, aplikasi tersebut sangat bermanfaat untuk memberikan pelayanan cepat jajaran kepolisian kepada warga melalui jejaring petugas bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) se Jawa Tengah.

Sementara itu, Direktur Binmas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lafri Prasetyono mengatakan, aplikasi ini merupakan implementasi program prioritas Kapolri yaitu memantapkan dukungan Polri dalam menangani pandemi Covid-19.

“Terwujudnya SiTangkas ini diawali dari penandatangan kesepakatan antara Polda Jawa Tengah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentang optimalisasi sinergitas dalam penanggulangan pandemi Covid-19 di Jawa Tengah,” ujar Lafri.

Menurutnya, aplikasi tersebut sangat berguna untuk menangani sejumlah permasalahan kedaruratan yang sudah diklasifikasikan ke dalam menu aplikasi seperti tindak kejahatan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, teror atau bom, tunawisma atau orang hilang, permasalahan narkoba, perselisihan warga, bencana, potensi konflik dan SARA hingga Covid-19.

Dengan memilih salah satu menu permasalahan tersebut, pelapor bisa langsung menekan tombol panic button untuk mengirimkan pesan atau notifikasi ke bhabinkamtibmas di wilayah desa atau kelurahan terdekat.

Saat ini, aplikasi SiTangkas sudah digunakan oleh 4.232 bhabinkamtibmas se Jawa Tengah dan diunduh lebih dari 10 ribu warga Jawa Tengah.

Lafri berharap, aplikasi tersebut dapat disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengoptimalkan kinerja petugas bhabinkamtibmas sehingga permasalahan sosial termasuk penyakit masyarakat dapat tertangani dengan cepat. (*/ima)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru