Soal Limbah B3, Pemkab Tegal Mengaku Belum Mampu Tuntaskan Penanganan Masalah

SLAWI - Wakil Bupati Tegal Sabililah Ardie mengakui Pemkab Tegal belum mampu menuntaskan penanganan permasalahan limbah B3. Sehingga Pemkab Tegal menyambut baik program dari KLHK yang telah berupaya memulihkan lingkungan tercemar di Desa Pesarean.

Sabilillah Ardie, Kamis (10/6) sangat menyadari belum mampu untuk menuntaskan penanganan permasalahan ini. Sehingga bantuan dari berbagai pihak terutama pemerintah pusat melalui Kementerian LHK RI sangat diperlukan, termasuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Jujur Pemkab Tegal belum mampu mengatasi persoalan limbah B3. Makanya datangnya KLHK patut disyukuri," katanya.

Upaya pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3, tambah Sabilillah Ardie, ini penting untuk segera dilaksanakan. Mengingat letak lokasi timbunan limbah atau dumpsite berada tepat di tengah permukiman padat penduduk, objek wisata religi dan situs budaya Makam Amangkurat I.

Selain itu, dengan permukaan air tanah yang dangkal, limbah B3 dengan mudah masuk dan mencemari sistem air bawah tanah hingga terbawa ke desa-desa di sekitarnya.

"Saya berharap secepatnya dilaksanakan. Mengingat tempat penimbunan limbah terletak di tengah pemukiman penduduk," tambahnya.

Hal tersebut, lanjut Sabilillah Ardie, didasarkan atas hasil pengujian sampel tanah dan air di tahun 2012 yang menunjukkan konsentrasi logam berat sudah berada di atas nilai baku karakteristik beracun.

Studi kelayakan Enviromental Support Program Phase 3 (ESP3) dari Danish International Development Agency (Danida) tahun 2016 juga memperkirakan volume tanah yang tercemar limbah logam berat di Pesarean mencapai 20.000 meter kubik.

Adapun lokasi lahan terkontaminasi yang telah dipetakan mencakup tiga area, yaitu Area Selatan I, Area Selatan II dan Area Utara.

Tahun ini kegiatan pemulihan akan dilakukan di Area Selatan II dengan estimasi luas lahan 2.885 meter persegi dan estimasi berat tanah mencapai 3.239 ton.

Untuk itu, dirinya minta dukungan dan kerja sama dari kepala dinas terkait, camat, kepala desa, dunia usaha serta tokoh masyarakat agar kegiatan ini berjalan lancar. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Iwan Sumule Sebut Rezim Sontoloyo ke Jokowi yang Janjikan Ekonomi Meroket Tapi Sembako Mau Dipajakin.
  • Dengarlah Pak Jokowi, Satgas Covid-19 IDI: Lockdown Sekarang atau Tambah Mengerikan.

Berita Terkait

Berita Terbaru