Soal Perpanjangan PPKM Level, Ganjar Bersiap Memperbanyak Call Center

SEMARANG - Selama pandemi, call center penanggulangan Covid-19 yang dibuat oleh Pemprov Jateng sejauh ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Misalnya terkait vaksin, mencari oksigen dan tempat pengisian oksigen terdekat, mencari tempat tidur rumah sakit dan tempat isolasi.

Karenanya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berupaya memperbanyak call center sampai ke level kabupaten/kota dan desa sebagai bentuk persiapan jika pemerintah pusat memutuskan PPKM Level ini akan diperpanjang.

Ganjar sudah meminta seluruh daerah untuk tetap siaga karena kondisi Covid-19 di Jawa Tengah masih belum baik.

"Belum. Tunggu saja, hari ini terakhir, kita tunggu saja. Kalau persiapan kita sudah ada, kita siapkan kira-kira yang perlu dibantu siapa saja," kata Ganjar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (2/8).

"Soal keluhan identitas tidak sesuai sehingga tidak bisa mendapatkan hak BPJS dan macam-macam. Soal mengisi oksigen terdekat juga ditanyakan," kata Ganjar.

Selain memperluas call center penanggulangan Covid-19, Ganjar juga meminta agar disiapkan call center untuk UMKM. Itu untuk membantu UMKM yang merasa terdampak dan kesulitan. Juga kesiapan untuk membuat call center tenaga kerja untuk menampung laporan-laporan terkait ketenagakerjaan selama pandemi ini.

"Satu lagi saya sedang minta dibuatkan kotak untuk call center khusus dinsos karena banyak orang yang dulu dapat menjadi tidak dapat (bantuan), kemudian ada yang double, dan ada yang bertanya kok sampai hari ini belum dapat, apakah masih menunggu. Ini yang kita pakai untuk membantu mereka," jelasnya.

Adapun selama diterapkan PPKM Level di Jawa Tengah, Ganjar mengakui beberapa wilayah memang membaik tetapi secara keseluruhan belum baik-baik saja karena penambahan kasus secara keseluruhan di Jawa Tengah masih cukup tinggi. Untuk itu semua kepala daerah di Jawa Tengah diminta untuk tetap waspada.

"Perubahan di beberapa wilayah membaik, umpama yang di Kudus Raya membaik tetapi di Soloraya kan belum baik, Semarang juga masih on/off terus," katanya.

Ganjar menambahkan, ketika PPKM Level diterapkan memang terjadi perubahan suasana. Masyarakat merasa saat ini sudah boleh duduk, boleh jalan, dan boleh mengikuti aktivitas secara terbatas.

"Menurut saya, itu kalau tidak dikontrol akan kebablasan. Dikarenakan kondisi ini belum baik maka kita tetap harus disiplin," katanya. (*/ima)

Baca Juga:

  • Keren... Lokomotif Tua Buatan Jerman Sudah Diparkir di Taman Pancasila, Bakal Ada Lampu dan Suaranya.
  • Yusril Ihza Mahendra Dinilai Tidak Punya Etika sebagai Salah Satu Ketum, Mengkhianati Demokrasi demi Kepentingan Pribadi.

Berita Terkait

Berita Terbaru