Soroti Reuni 212 yang Sepi, Ferdinand Hutahaean Sebut Tumbang dan Cuma Berisik di Media

JAKARTA - Kekuatan kelompok 212 memang terbukti sudah tidak seperti dulu. Hal itu didasarkan pada jumlah massa yang hadir dalam reuni 212 tahun ini.

Hal itu seperti dikatakan Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean menanggapi reuni 212 sepi, yang digelar di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Ferdinand menulisnya di akun Twitter pribadinya, Kamis (2/12), sebagaimana dikutip dari PojokSatu.id.

“Jelas sudah, kehadiran massa yang segelintir untuk reuni itu menunjukkan bahwa kekuatan mereka sudah tumbang,” cuit Ferdinand.

Sebaliknya, kelompok 212 tetap terkesan besar itu lantaran mereka yang lebih banyak melontarkan opini melalui media pemberitaan.

“Hanya berisik di media, itupun karena media kasih panggung,” sambungnya.

Karena itu semua pihak tidak perlu lagi takut.

“Kita harus semakin berani melawan mereka, jaga Indonesia..!!” tegasnya.

Sementara, terkait kengototan mereka yang tetap menggelar reuni meski tidak mendapat izin, dinilai Ferdinand sebagai pembangkangan hukum.

“Reuni ini pembangkangan terhadap seruan aparat dan pembangkangan terhadap hukum negara,” ujarnya.

Dalam rentetan cuitan itu, Ferdinand Hutahaean juga menyinggung soal sikap yang selama ini ditunjukkan kelompok tersebut.

“Mereka kaum yang mabok dan puber beragama tapi lupa bagaimana cara ber Tuhan,” tulisnya.

Menurut Ferdinand, mereka selalu bicara tentang penistaan agama, tetapi tidak pernah bicara tentang penistaan Tuhan. (Pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Ngabalin Trending di Twitter! Sebelumnya Sebut Jokowi Terganggu Manuver Menteri, Sekarang Bilang Begini.
  • Tuding Menkes Terjaring Mafia Vaksin, Relawan Jokowi: Emang Bener Kok.

Berita Terkait

Berita Terbaru