Sri Mulyani Disindir Manggut-Manggut Saja, Rocky Gerung: Padahal Dia Tahu Tak Ada Duit untuk Bangun IKN

JAKARTA - Sejumlah keputusan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani dalam bertindak sebagai kasir negara disoroti pengamat politik, Rocky Gerung. Menurutnya, Sri Mulyani selalu menyetujui kemauan Presiden Jokowi terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Versi Rocky Gerung, hal itu jelas telah melanggar janji yang awalnya diutarakan oleh Jokowi. “Saya sebetulnya nggak peduli apa yang ada di kepala Pak Jokowi."

"Yang saya bingung, apa yang ada di kepala Sri Mulyani, sehingga manggut-manggut saja,” sindir Rocky Gerung seperti yang dikutip dari chanel Youtube Rocky Gerung Official, Sabtu (7/5).

Proses pemindahan IKN dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur telah resmi dimulai. Ini ditandai dengan adanya beberapa aturan baru yang telah diterbitkan oleh Jokowi. Termasuk turunan UU IKN dan sumber pendanaannya.

Sumber pendanaan IKN diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2022, yang ditandatangani pada akhir April 2022. Dalam peraturan pemerintah tersebut, disebutkan APBN termasuk dalam skema pendanaan pembangunan IKN.

"Hal ini jelas bertentangan dengan ucapan Presiden Jokowi pada 6 Mei 2019 yang menyatakan pembangunan IKN tidak akan membebani APBN," urai Rocky Gerung.

Selain itu, pemerintah juga membuka skema pendanaan di luar APBN. Seperti mengajak Korea Selatan untuk menjadi mitra dalam pembangunan IKN. Dengan berbagai macam kebijakan tersebut, Rocky Gerung heran mengapa Sri Mulyani setuju.

Padahal Sri Mulyani sudah tahu tidak ada dana untuk membangun IKN. “Jadi intinya kan itu, sebagai kasir dia tahu balance-nya itu bolong,” ucap Rocky.

Di sisi lain, Rocky Gerung juga mengkritik Jokowi terkait para menteri jajaran kabinet dan partai politik yang kelimpahan proyek IKN. Menteri-menteri yang lain tentu ingin dapat limpahan dari proyek-proyek IKN.

"Karena di situ ada kepentingan partai, dan semua menteri yang punya partai politik tentu berharap dapat proyek di situ,” paparnya.

Rocky juga memprediksi masyarakat akan menunjukkan amarahnya suatu saat nanti akibat pembangunan IKN yang menggunakan uang rakyat.

“Nanti kita lihat bagaimana rakyat dipaksa lagi untuk dipajak hanya untuk memuluskan ambisi Presiden Jokowi yang kebijakannya irasional,” pungkasnya. (fin/zul)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru