Suami-Istri di Semarang Layani Threesome di Hotel, Tarifnya Rp3 Juta Per Malam

SEMARANG - Praktik prostitusi threesome pasangan suami istri (pasutri) di Semarang yang sudah berjalan sejak 2020 akhirnya berhasil dibongkar polisi. Pasutri yang ternyata baru nikah siri itu mematok tarif Rp3 juta untuk melayani pria hidung belang di hotel.

Pasangan siri yakni GA (35) dan istri sirinya WI (24). Kedua tersangka ditangkap saat akan melayani petugas yang menyamar di kamar salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/11) lalu.

“Saat ada yang tertarik mereka saling chatting, lalu mereka akan janjian ketemu langsung. Lalu si wanitanya itu bertemu dengan calon pelanggannya terlebih dahulu untuk memastikan apakah pelanggannya itu sesuai dengan kriteria atau tidak, usia dipatok maksimal 30 tahun,” kata Kasubdit V/Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng Kompol Rosyid Hartanto, Sabtu (20/11).

“Si wanitanya ini pilih-pilih. Kopi darat gitulah, sekiranya cocok kemudian pelanggan transfer uang sejumlah Rp 3 juta ke rekening pelaku. Setelah itu barulah mereka janjian di hotel dan main bertiga,” jelasnya.

Sebelumnya, Subdit V/Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng mengetahui ada akun Twitter yang menawarkan layanan seks tiga orang itu. Dalam cuitannya, pelaku unggah foto dan video adegan mesum mereka.

“Awalnya petugas mendapatkan informasi melalui media sosial Twitter terhadap tawaran seks threesome yang kemudian ditindaklanjuti dengan giat penyamaran dan pembuntutan terhadap tersangka,” jelas Rosyid.

“Setelah terjadi kesepakatan untuk melakukan hubungan seks threesome, petugas yang menyamar bertemu dengan tersangka di kamar hotel yang dipesan oleh tersangka. Tidak berapa lama kemudian dilakukan penangkapan oleh petugas yang menunggu di luar kamar hotel,” lanjutnya.

Hasil pemeriksaan sementara, GA dan WI mengakui, membuka layanan prostitusi threesome sejak Desember 2020. Keduanya juga mengaku sebagai pasangan siri.

“Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, tersangka mengakui telah melakukan aktivitas tersebut sejak Desember 2020,” jelas Rosyid.

“Kedua pelaku mengaku sebagai pasangan suami istri tetapi siri, namun sampai dengan saat ini tersangka tidak dapat menunjukkan bukti bahwa mereka telah menikah,” imbuhnya. (pojoksatu/zul)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru