Sudah Bau Tanah, 2 Kakek Perkosa Siswi SMP Hingga Hamil 8 Bulan, Seorang Pelaku Bunuh Diri

JAKARTA - Gendeng. Dua orang lanjut usia (lansia) di Kabupaten Blitar, Jawa Timur menjadi pelaku pemerkosaan siswi SMP tetangganya hingga hamil 8 bulan.

Seorang pelaku sudah berhasil ditangkap polisi, sedangkan seorang lainnya tewas bunuh diri. Kasus inipun menjadi perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), yang turun tangan mengawal kasusnya hingga tuntas.

KemenPPPA memastikan siswi SMP korban kekerasan seksual yang dilakukan dua lansia akan mendapatkan hak dan layanan yang diperlukannya. Saat ini, disampaikan KemenPPA, korban dalam kondisi hamil 8 bulan.

“KemenPPPA melalui layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA129) telah melakukan koordinasi awal dengan Dinas PPKBPPPA) Kabupaten Blitar,” kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar

“Korban saat ini sudah mendapatkan layanan psikologis,” ujar Nahar menambahkan.

Lebih jauh, Nahar mengatakan, terduga pelaku (lansia pemerkosa siswi SMP) itu merupakan tetangga korban. Bersangkutan, lanjut Nahar, telah ditangkap oleh Kepolisian Resor (Polres) Blitar setelah kejadian pemerkosaan tersebut diketahui oleh tetangga lainnya.

Saat ini proses hukum dari kasus (lansia pemerkosa siswi SMP) itu memasuki tahap penyidikan dengan menggunakan sanksi Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Informasi terakhir seorang pelaku lainnya ditemukan bunuh diri sebelum penangkapan. Lebih lanjut, Nahar menjelaskan, kepolisian juga telah meminta keterangan terhadap korban.

“Dinas PPKBPPPA melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Blitar telah memberikan pelayanan pendampingan hukum kepada korban dan akan terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan,” ungkap Nahar.

KemenPPPA juga mengapresiasi respon cepat yang dilakukan oleh P2TP2A Kabupaten Blitar dengan memberikan layanan pendampingan psikologis hingga saat ini kondisi korban membaik.

Berdasarkan informasi, korban sudah tidak mengalami tekanan ataupun ketakutan. Menurut Nahar, KemenPPPA juga mendorong agar korban tetap mendapatkan hak atas pendidikan pasca kejadian tersebut.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar sepakat atas hal ini,” ucapnya.

“Berdasarkan hasil koordinasi, kami mendapatkan informasi korban dapat melanjutkan sekolahnya di tempat yang sama setelah melahirkan anak yang dikandungnya,” sambung Nahar.

Kasus lansia perkosa siswi SMP ini mencuat ketika adanya laporan kepada kepala dusun setempat terkait adanya seorang terduga pelaku yang melakukan persetubuhan terhadap korban.

Mengetahui hal tersebut, orangtua korban didampingi oleh P2TP2A Kabupaten Blitar membuat laporan ke Polres Blitar. Setelah dilakukan proses penyelidikan didapati fakta bahwa pemerkosaan dilakukan dua pelaku yang diketahui berusia telah lansia (lanjut usia). (dis/zul)

Baca Juga:

  • Brigadir Joshua 2 Kali Bertengkar dengan Bripka RR di Magelang dan Jakarta, Sebelum Akhirnya Ditembak Mati.
  • Pistol Glock 17 untuk Tembak Mati Brigadir J Bukan Milik Bharada E, Tapi Milik Ajudan Istri Ferdy Sambo.

Berita Terkait

Berita Terbaru