Sudah Bau Tanah, Kakaek di Lombok Perdaya 10 Mahasiswi Lalu Disetubuhi, Baru 2 Orang yang Lapor

MATARAM - Benar-benar tak tahu malu dan umur apa yang dilakukan seorang kakek di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. Meski sudah bau tanah, sang kakek malah tega-teganya mencabuli 10 mahasiswi.

Aksi cabul yang dilakukan sang terhadap 10 mahasiswi itu terjadi di Mataram. Menurut Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata, kasus ini telah dilaporkan Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram).

“Sudah laporannya masuk. Sebelumnya itu dilaporkan adalah tindak pidana perdagangan orang (TPPO), tetapi yang terjadi ini tidak masuk,” katanya, Kamis (30/6).

Pasal yang disangkakan kepada sang kakek, jika merunut kejadian yang menimpa 10 mahasiswi tersebut, adalah Pasal 286 KUHP. Yakni pasal yang mengatur tentang barang siapa bersetubuh dengan perempuan yang bukan istrinya sedang diketahui bahwa perempuan itu pingsan atau tidak berdaya.

“Ancaman hukuman paling berat 9 tahun penjara,” bebernya.

Perwira tiga melati di pundak ini mengungkapkan, modus yang dilakukan si kakek cabul memang menjanjikan mahasiswi untuk dibantu skripsi. Saat berada di rumah kakek cabul, korban diberikan minuman.

Korban yang tidak berdaya baru kemudian disetubuhi. “Ini tindakan pencabulan yang dilakukan oleh pelaku,” sambungnya.

Disinggung soal jumlah korban, Hari mengatakan, sejauh ini yang telah melapor ke Polda NTB baru 2 orang. Dia pun tak ingin berandai-andai terkait jumlah korban dari kakek ini cukup banyak.

“Ya, sempat disebut memang ada 10 orang. Tetapi, kan kenyataannya yang melapor 2 orang,” ujarnya.

Kombes Pol Hari menambahkan bila memang ada korban pencabulan lainnya, jangan segan-segan untuk segera melapor. Dia memastikan identitas para korban dirahasiakan.

“Kalau alasannya nanti takut diketahui, pasti nanti dijaga datanya,” imbuhnya. (jpnn/zul)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Tabungan Brigadir J Diduga Dikuras Salah Seorang Tersangka Pembunuhnya, Pengacara Keluarga: Orang Mati Kirim Duit.

Berita Terkait

Berita Terbaru