Sujiwo Tedjo Komentari Gaya Luhut Minta Maaf yang Baca Teks: Mata Mestinya Menatap ke yang Diajak Bicara, Pak

JAKARTA - Budayawan Sudjiwo Tedjo mengomentari gaya Luhut Binsar Pandjaitan yang membaca teks hingga tatapannya tidak menatap ke kamera.

Menurut Sudjiwo Tedjo membaca sambil sesekali melihat ke depan adalah standar etika.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) ini dalam konferensi persnya menyampaikan perkembangan dan evaluasi penerapan PPKM Darurat Jawa Bali.

Luhut pada kesempatan itu memohon maaf kepada masyarakat. Dia tampak memegang selembar kertas yang dibaca dalam penyampaian permohonan maaf itu.

“Pak Luhut .. bicara itu mata menatap ke yang diajak bicara, Pak .. itu standar etika/rasa/lubuk hati .. sekali-sekali aja lihat text yang sudah harus agak dihapal prinsip-prinsipnya,” katanya di Twitter, Minggu (18/7).

Sudjiwo melanjutkan bahwa seharusnya inti dari teks itu perlu dihapal agar saat membaca, sesekali wajah bisa diangkat ke orang yang mendengarnya.

"Patokan curi-curi baca barisnya adalah jempol kiri kanan yang terus bergeser ke bawah sesuai barus yang dibaca,” ujar Sudjiwo.

Sebelumya, Luhut Binsar Pandjaitan meminta maaf kepada masyarakat terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dinilai belum optimal.

“Sebagai koordinator PPKM Jawa-Bali dari lubuk hati yang paling dalam saya meminta maaf ke seluruh rakyat Indonesia, jika dalam penanganan Jawa-Bali ini masih belum optimal,” jelas Luhut ketika membaca selembar kertas dalam konferensi pers-nya secara virtual.

Luhut menegaskan pihaknya dan semua menteri akan bekerja keras untuk menekan penularan corona varian Delta. Ia juga memastikan bansos kepada masyarakat akan segera disalurkan.

“Saya bersama jajaran kepala menteri terkait akan terus bekerja keras untuk pastikan penyebaran varian Delta ini bisa diturunkan,” ungkapnya dikutip dari Fin. (fin/ima)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Tabungan Brigadir J Diduga Dikuras Salah Seorang Tersangka Pembunuhnya, Pengacara Keluarga: Orang Mati Kirim Duit.

Berita Terkait

Berita Terbaru