Surat Jalan Djoko Tjandra Dikeluarkan Jenderal Polisi, Politisi PDIP: Ini Menyangkut Kewibawaan Negara

JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyatakan pihaknya menerima surat jalan atas nama Djoko S Tjandra dari koordinator MAKI (Masyarakat Antikorupsi Indonesia) Boyamin Saiman.

"Komisi III DPR akan menindaklanjuti bukti surat perjalanan dinas tersebut saat rapat gabungan bersama aparat penegak hukum, kepolisian, dan Kejaksaan Agung," kata Herman.

Politisi PDIP itu menyatakan rapat gabungan dengan aparat penegak hukum tersebut akan digelar saat masa reses DPR. Karena Komisi III DPR menilai kasus Djoko Tjandra sangat penting untuk diungkap.

"Menurut kami, kasus Djoko Tjandra ini super urgen. Karena ini menyangkut kewibawaan negara," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Dia mendukung langkah Polri yang melakukan pemeriksaan terkait beredarnya surat jalan bagi Djoko Tjandra.

"Komisi III DPR mendukung langkah Polri membongkar skandal Djoko Tjandra ini. Selain itu, saya juga menyarankan agar Bareskrim membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) untuk menyelidiki lebih dalam terkait kasus Djoko Tjandra," terang Sahroni di Jakarta, Rabu (15/7).

Dia menyarankan Bareskrim Mabes Polri mengambil tindakan untuk membekukan aset-aset Djoko Tjandra. Baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Saya yakin Polri berani melakukan hal ini demi kepentingan penegakan hukum bangsa dan negara," paparnya.

Terpisah, Menkopolhukam Mahfud MD menyerahkan persoalan surat jalan untuk buronan Djoko Tjandra kepada internal Polri. Dia mendorong agar penyelesaian persoalan itu dilakukan secara terbuka.

"Saya kira sudah ada aturan hukumnya. Ada peraturan disiplinnya di lingkungan Polri. Saya kira zaman sekarang menyelesaikannya harus terbuka. Tidak bisa akal-akalan karena masyarakat sudah pintar," jelas Mahfud. (rh/zul/fin)

Baca Juga:

  • Tak Ada Prediksi Akurat, Pengamat: Zona Hijau Bisa Tiba-tiba Berubah Jadi Merah Bahkan Hitam.
  • Mantan Pengacara Djoko Tjanda Anita Kolopaking Berakhir di Penjara, Usai Diperiksa 18 Jam.

Berita Terkait

Berita Terbaru