Susi Air Trending di Twitter! Buntut Pesawat Susi Pudjiastuti Diusir dari Hangar Malinau

KALTARA - Rabu (2/2) hari ini, media sosial Twitter diramaikan dengan tagar Susi Air. Hal ini setelah insiden pengusiran paksa pesawat Susi Air milik mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti dari hangar Malinau Kaltara.

Awal mula tagar Susi Air ini muncul dari unggahan video Susi Pudjiastuti yang memperlihatkan pesawat Susi Air sedang berusaha dipindahkan oleh Satpol PP dari hangar Malinau Kalimantan Utara.

Melalui unggahan di Twitter miliknya @susipudjiastuti, Rabu (2/2), Susi mengabarkan soal pesawat Susi Air yang dikeluarkan paksa dari hangar di Bandara Malinau Kaltara.

“Seringkali ada kejutan dalam hari-hari kita. Kejutan hari ini, saya dapat video dari anak saya tentang pesawat Susi Air dikeluarkan paksa oleh sekumpulan Satpol PP dari Hanggar Malinau,” jelasnya.

“Setelah kita sewa selama 10 tahun ini untuk melayani penerbangan di wilayah Kaltara,” katanya lagi.

Susi merasa tak dihargai atas jerih payahnya selama 10 tahun melayani wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) yang sulit dijangkau.

“Kuasa, wewenang, begitu hebatnya. Apa yang kau lakukan 10 tahun terbang & melayani wilayah Kaltara yang sulit dijangkau, ternyata,” sindir eks Menteri Kelautan dan Perikanan ini melalui Twitter.

Susi Pudjiastuti juga mengunggah sebuah video berisi sejumlah petugas Satpol PP mengeluarkan pesawat Susi Air dari hanggar di Malinau dalam postingan itu.

Berikutnya pada media sosial Twitternya, Susi Pudjiastuti juga memberikan cuitan tambahan terkait pesawat Susi Air yang dipaksa keluar dari hangar Malinau.

“Saya teringat kejadian dulu tahun 2010, Susi Air diusir dari Nabire sebab Bupatinya marah ajudannya tidak dapat kursi karena tiketnya memang sudah terjual semua,” katanya.

“Kami tawarkan di flight kedua tidak mau, akhirnya ya sudah kami pergi. Kelihatannya bisnis & investasi di daerah masih tergantung pejabat daerah, “ jelasnya lagi dalam cuitan itu.

Tagar Susi Air trending di media sosial Twitter Rabu pagi (2/2).
Hingga Rabu sore sekitar pukul 16.58 WIB, sudah ada 4.077 unggahan atau cuitan terkait Susi Air ini.

Netizen rata-rata mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa Susi Pudjiastuti ini.

Dikutip dari Pojoksatu, kuasa hukum Susi Air, Donal Fariz menyebut, peristiwa itu terjadi Rabu sekira pukul 09.00 WIB atau hari ini (2/2).

Donal juga menjelaskan duduk perkara versi pihak Susi Air yang terjadi hingga pesawatnya dikeluarkan oleh Satpol PP.

Tentu saja Susi Air kecewa dengan sikap Pemerintah Kabupaten Malinau, termasuk dengan komunikasi yang mereka nilai buruk.

Hanggar itu sudah 10 tahun disewa oleh Susi Air. Itu memang hanggar di mana pesawat-pesawat Susi Air dirawat, maintenance selama ini.

“Kenapa ada di situ? Karena juga melayani penerbangan-penerbangan masyarakat perintis, daerah-daerah kecil di Malinau. Tentu saja kami kecewa dengan Pemerintah Kabupaten Malinau, padahal Susi Air sejak November 2021 sudah mengajukan permohonan untuk memperpanjang sewa hanggar tersebut,” ujar Donal kepada wartawan, Rabu (2/2).

Donal mengatakan, kontrak Susi Air dengan Pemkab Malinau terkait penggunaan hanggar itu berakhir per 31 Desember 2021.

Dia menyebut Susi Air selama ini membayar sekitar Rp33 juta per bulan untuk sewa hanggar.

“Tapi sepertinya pejabat-pejabat berwenang di situ mencari-cari alasan untuk mengusir Susi Air dari situ,” katanya.

Kenapa mereka sebut mencari alasan? Sebab, ada komunikasi Direktur Susi Air dengan Bupati Malinau yang mempertanyakan respons untuk tidak diperpanjangnya sewa hanggar. Bupati menjawab mereka tidak menerima surat dari Susi Air selama ini.

“Ini upaya mencari-cari alasan untuk mengusir Susi Air dari situ. Kita punya suratnya, kita sampaikan kita meminta untuk diperpanjang sewa hanggar tersebut. Tapi jawabannya adalah mereka tidak setuju untuk diperpanjang,” ucap Donal.

Dia juga mengatakan, Susi Air mendapat informasi kalau Pemkab Malinau meneken kerja sama dengan maskapai lain pada Desember 2021 padahal saat itu kontrak dengan Susi Air belum berakhir. (pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Tabungan Brigadir J Diduga Dikuras Salah Seorang Tersangka Pembunuhnya, Pengacara Keluarga: Orang Mati Kirim Duit.

Berita Terkait

Berita Terbaru