Tagar Memalukan Trending di Twitter, Buntut Bantahan Zelensky Titip Pesan ke Jokowi untuk Putin

JAKARTA - Minggu (3/7), sejumlah tagar alias tanda pagar #memalukan yang membahas bantahan Volodymir Zelensky atas klaim titip pesan ke Jokowi untuk Presiden Rusia Vladimir Putin tengah menjadi trending topik di Twitter.

Selain kata itu, kata “ngibul”, dan “jokowi” juga menggema.

“Astagfirullahaladzim, kok memalukan sekali sih,tabiatnya kok dibawak sampai ke levelan dunia,” tulis salah satu netizen.

“Setelah Rusia bantah tdk ada negosiasi perdamaian antara Jokowi-Putin. Kini giliran Ukraina bantah Zelensky titip pesan ke Jokowi buat Putin. Buzzer dimari udah heboh banget sampai mau dicalonkan jadi Sekjen PBB!!,” komentar lainnya.

“Sekali NGIBUL ya TETAP NGIBUL!!!!SEKALI BOHONG SELAMANYA TETAP PEMBOHONG!!!!Obrolannya sj pake teks, gmn mo paham apa yg diobrolin!Memalukan!!!,” ketus netizen lainnya.

Sebelumnya, setelah pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 30 Juni, Jokowi mengaku telah menyampaikan pesan dari Presiden Ukraina Zelensky kepada Putin.

Pada tanggal 29 Juni, Presiden Indonesia tiba di Ukraina. Jokowi mengunjungi Kota Irpin, yang hancur oleh pasukan pendudukan Rusia.

Jokowi mengatakan bahwa dia memiliki pesan untuk Zelensky dan menyatakan dia segera bertemu dengan Presiden Rusia.

Jokowi secara pribadi mengundang Zelensky untuk menghadiri KTT G20 di Bali pada bulan November.

Sebagai tanggapan, Zelenskyy mengatakan bahwa apakah keputusannya untuk ambil bagian tergantung kepada situasi keamanan di Ukraina dan negara-negara apa saja yang diundang.

Presiden Jokowi mengungkapkan dirinya menyampaikan pesan dari Presiden Volodymir Zelensky untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, Kantor Presiden Ukraina menyatakan Zelenskyy hanya akan menyampaikan pesan kepada Putin secara terbuka.

Hal tersebut disampaikan oleh Serhii Nikiforov, sekretaris pers untuk Kantor Presiden Ukraina.

“Indonesia adalah salah satu importir gandum terbesar dari Ukraina, dan blokade Pelabuhan Ukraina adalah fokus utama pembicaraan antara presiden (Indonesia dan Ukraina) di Kiev,” ujarnya, seperti dikutip dari Ukrainska Pravda, Minggu (3/7).

Rusia, menurut Nikiforov, memikul tanggung jawab penuh untuk gangguan ekspor gandum Ukraina ke Indonesia, serta ke bagian lain dunia.

Rusia akan bertanggungjawab atas krisis pangan yang bisa terjadi kecuali Pelabuhan Ukraina segera dibuka.

Inilah yang dibahas secara detail oleh Zelensky dengan Presiden Jokowi.

Terkait soal pesan Zelenskyy ke Putin, ia menyatakan, “Pesan apapun, jika Presiden Ukraina ingin berbicara kepada seseorang, dia melakukannya secara terbuka, dalam pidato hariannya,” ujar Nikiforov seperti dikutip dari Fajar.co.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terbaru