Tagih Komitmen Dunia Soal Penghijauan, Jokowi Dikritik Aktivis ProDem: Coba Introspeksi Dulu Deh!

JAKARTA - Presiden Jokowi menagih komitmen dunia dalam hal ini negara-negara maju dalam hal pembangunan hijau. Sebab, Jokowi menilai, dampak perubahan iklim semakin nyata terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

"Dampak iklim sangat nyata di hadapan kita. Apalagi untuk negara-negara kepulauan seperti Indonesia,” kata Jokowi dalam pidato virtual pada Konferensi Tingkat Tinggi Climate Adaptation Summit (KTT CAS) 2021, Selasa (26/1) kemarin.

Pernyataan itu mendapat kritikan pedas dari Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Nicho Silalahi. Nicho menyarankan Jokowi agar introspeksi diri.

“Aduh kalau mau nagih komitmen dunia ya coba introspeksi dulu deh, apakah bapak sudah berkomitmen?” ujar Nicho di Twitternya, Rabu (27/1).

Nicho menilai, di era Jokowi memimpin selama 2 periode telah terjadi banyak hutan yang dibabat menjadi tambang dan perkebunan sawit.

“Coba deh cek di era bapak sudah berapa banyak hutan yang dibabat serta beralih fungsi menjadi tambang dan perkebunan sawit? Tolong donk pak jangan sering buat blunder” kata Nicho Silalahi dikutip dari Fin.

Sebelumnya, Jokowi menambahkan kondisi perubahan iklim jadi lebih kompleks karena pandemi Covid-19. Karena itu, ia mengajak para pemimpin dunia untuk membuat langkah besar menangani perubahan iklim lewat penguatan kemitraan global.

Mantan wali Kota Solo itu mengajak seluruh negara untuk memenuhi kontribusi nasional bagi penanganan perubahan iklim (Nationally Determined Contribution/NDC). Dia bilang, Indonesia telah melakukannya.

Jokowi menyebut Indonesia sendiri telah membuat program Kampung Iklim yang mencakup 20 ribu kampung hingga 2024.

“Tentunya negara maju harus memenuhi komitmennya,” ujar Jokowi. (dal/fin/ima)

Baca Juga:

  • Wakil Gubernur Jatim Akui Berselingkuh saat Belum Kenal Arumi Bachsin.
  • Arumi Bachsin Takut Suaminya Wakil Gubernur Jatim Menikah Lagi, Emil Dardak: Punya Satu Istri Saja Sudah Repot.

Berita Terkait

Berita Terbaru