Takut Putri Candrawathi Dipojokan, Ferdy Sambo Ajukan Perlindungan untuk Istrinya dan Bharada E

JAKARTA - Irjen Ferdy Sambo mengungkapkan akan mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk sang istri, Putri Candrawathi.

Hal itu diungkapkan Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo saat bertemu dengan Irjen Ferdy Sambo di Kantor Propam. Hasto menyebut alasan Ferdy Sambo mengajukan perlindungan untuk istrinya, supaya mencegah pemberitaan yang memojokkan Putri Candrawathi.

"Karena itu, kemudian disebut ada perselingkuhan dan sebagainya. Nah, kalau urusan pemberitaan di media bukan urusannya LPSK," kata Hasto, Jumat (29/7).

Dia menjelaskan pertemuan dengan jenderal bintang dua itu berawal saat pihaknya berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Selatan terkait kasus tersebut.

"Pada waktu itu kemudian dari Kapolres Jakarta Selatan sendiri berinisiatif untuk mempertemukan LPSK dengan Irjen Sambo di Kantor Propam. Nah, di kantor itu Irjen Sambo menyampaikan akan mengajukan permohonan perlindungan untuk Ibu Putri dan untuk Bharada E," jelasnya.

Hasto juga mengungkapkan alasan Ferdy Sambo minta perlindungan untuk ajudannya ialah dianggap syok atas insiden polisi tembak polisi itu.

"Siapa pun yang setelah melakukan penembakan pada orang dan menimbulkan kematian kemungkinan ada trauma psikologis," ujarnya. Hasto juga mengatakan belum ada perkembangan signifikan terkait permohonan perlindungan oleh Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bharada E.

Dia seharusnya pada Rabu (27/7), LPSK melakukan pendalaman permohonan perlindungan istri dan ajudan Ferdy Sambo itu.

"Ternyata pengacara mengatakan belum bisa, Ibu Putri masih syok. Kemudian, Bharada E sekarang ditarik ke Brimob, di Mako," ujarnya. (jpnn/zul)

Baca Juga:

  • Terus Bertambah, Polisi yang Diamankan terkait Kasus Brigadir J di Tempat Khusus Jadi 19 Orang, Terperiksanya 63 Personel.
  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.

Berita Terkait

Berita Terbaru