Taman Pancasila Dibuka 28 Oktober, Spot Instragamable dengan Lokomotif Tua di Jantung Kota Tegal

TEGAL - Pemkot Tegal menggelar syukuran di Taman Pancasila Kota Tegal bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (19/10) malam.

Syukuran ini sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT agar Kota Tegal selalu diberikan keselamatan, termasuk di Taman Pancasila yang rencananya akan segera dibuka resmi 28 Oktober nanti.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono di Taman Pancasila, Selasa (19/10) malam, mengatakan dari PT KAI DAOP IV sudah menyerahkan Lokomotif tahun 1983, dengan Nomor D 301 03. Dia berharap agar semuanya diberikan kelancaran dan keselamatan

"Mari kita sama-sama berdoa, mudah mudahan diberi keselamatan," katanya.

Dedy Yon mengatakan pihaknya berencana untuk membuka Taman Pancasila secara resmi pada saat peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10) lusa. Setelah dibuka, dirinya berharap warga Kota Tegal dan sekitarnya yang berkunjung ke dapat menjaga dan merawatnya dengan baik

"Saya berharap pembukaan Taman Pancasila dengan Hari Sumpah Pemuda dan untuk warga agar taman dijaga, dipelihara agar bersih. Tolong kalau selfie yang sopan jangan sampai merusak atau hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Dedy Yon juga berpesan, agar pengunjung tetap menjaga protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir. Meskipun Kota Tegal sudah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, namun jangan sampai lengah.

"Taman Pancasila ini juga ada monumen Soekarnonya. Ada dua tempat yakni di Cacaban dan di sini," ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tegal, Eko Setyawan mengatakan, dalam pembangunan Taman Pancasila menyesuaikan dengan lingkungan sekitar seperti Lawang Satus (Gedung Birao/SCS). Kemudian pada 27 September lalu lokomotif sudah terpasang.

"Sedangkan kontrak pembangunan selesai 23 Oktober lusa," ujar Eko. (muj/zul)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru