Tegas! Enam Terduga Teroris MIT Poso yang Tersisa Dideadline Polisi Segera Menyerah

JAKARTA - Polri mengingatkan agar teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) segera menyerah. Jumlah DPO MIT Poso diyakini tinggal 6 dari 9 orang lagi, setelah tiga tewas ditembak aparat keamanan dalam sepekan.

Waka Satuan Tugas Humas Operasi Madago Raya AKBP Bronto Budiono meminta agar 6 anggota MIT Poso, segera menyerahkan diri.

"Sesuai dengan DPO teroris yang dikeluarkan Polri, sebanyak 9 orang jadi sisa 6 orang. Kami mengimbau agar sisa DPO teroris yang ada di Pegunungan Biru baik di wilayah Poso, Sigi, dan Parimo untuk segera menyerahkan diri baik-baik supaya tidak ada jatuh korban lagi guna diproses sesuai hukum dan kembali ke NKRI," katanya dalam keterangannya, Minggu (18/7).

Dalam sepekan terjadi dua kali baku tembak antara Satgas Madago Raya dengan DPO MIT Poso. Sebanyak tiga DPO tewas dalam kontak tembak yang terjadi pada Minggu (11/7) dan Sabtu (17/7).

Dua jenazah teroris yang ditembak mati pada 11 Juli 2021 telah dimakamkan Rabu (14/7) malam setelah diotopsi dan diambil sidik jarinya. Namun, Tim Disaster Victim Indentivication (DVI) dan Inafis Polda Sulawesi Tengah masih membutuhkan bukti pendukung berupa sampel DNA dari anggota keluarga untuk identifikasi kedua jenazah.

"Sebab, saat itu kondisi jenazah sudah membusuk karena proses evakuasi sempat mengalami kendala," katanya.

Sedangkan, satu jenazah teroris yang ditembak mati pada Sabtu (17/7) siang, dimakamkan pada malam itu juga. Tim DVI dan Inafis Polda Sulteng sudah mengidentifikasi jenazah berdasarkan pemeriksaan sidik jari dan identitas lainnya.

"Tim DVI dan Inafis adalah DPO teroris Poso mengarah ke inisial B alias AA alias A. Tetapi untuk memastikan kebenaran bahwa DPO teroris yang meninggal tersebut dibutuhkan tes DNA dari keluarganya," ujarnya. (gw/zul/fin)

Baca Juga:

  • Mahfud Sebut Negara Enggan Minta Bantuan Asing, Luhut: Pemerintah Telah Meminta Bantuan Negara Sahabat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru