Tengku Zul Bandingkan Macron dengan Film My Flag: Sponsornya Apa Saja?

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal MUI Ustaz Tengku Zulkarnain ikut menyoroti kasus Presiden Prancis Emmanuel Macron dan membandingkannya dengan kasus penghinaan agama Islam yang terjadi di Indonesia.

“Macron dikecam karena menghina Nabi, menghina Agama. Anehnya para penghina Agama di dalam negeri ada yang dibiarkan,” kata Tengku Zul di akun Twitternya, Kamis (29/10) dikutip dari Fajar.

Presiden Prancis baru-baru ini memang telah memicu kemarahan dan kecaman dari negara-negara muslim dunia atas komentarnya yang membela sekularisme Prancis dan kritik terhadap Islam radikal, menyusul pemenggalan seorang guru di Prancis.

Bukan hanya kecaman yang didapat. Aksi boikot produk-produk Prancis pun sangat masif dilakukan di sejumlah negara Arab. Barang-barang buatan Prancis sudah banyak yang ditarik dari supermarket setempat. Hal itu merupakan buntut dari kemarahan publik muslim dunia terhadap Presiden Macron.

Dalam cuitannya, Tengku Zul lantas menyebutkan kasus dugaan penghinaan ajaran Islam yang terbaru dalam film MY Flag: Merah Putih Vs Radikalisme yang diunggah di kanal Youtube NU Channel.

“Produk Prancis mulai diboikot di luar negeri, khususnya negara negara Arab. Bagaimana dengan sponsor film My Flag & Radikalisme? Sponsornya apa saja? Bisa didata?" tanya Zul.

Diketahui, film yang dibintangi Gus Muwaffiq itu mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Film My Flag: Merah Putih Vs Radikalisme itu sendiri sudah ditonton 500 ribuan dan lebih dari 29 ribu warganet ikut mengisi kolom komentar.

Kebanyakan komentar mengkritik film tersebut, yang menurutnya memecah belah bangsa.

Warganet menganggap film yang sedianya mengangkat nasionalisme dan melawan radikalisme itu justru tampak menyudutkan ummat muslim lain dan berpotensi menimbulkan perpecahan. (msn/fajar/ima)

Baca Juga:

  • Bilang Sakit Tanpa Surat Keterangan Dokter, Polisi Tak Terima Alasan Habib Rizieq Mangkir.
  • Dikenal Rajin Beribadah dan Jarang Sakit, Seorang Perawat di Pemalang Meninggal Dunia Terinfeksi Covid-19.

Berita Terkait

Berita Terbaru