Terbaik dalam Keterbukaan Informasi Publik, Jateng Ungguli Jakarta dan Jabar

SEMARANG - Mengungguli DKI Jakarta dan Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Ganjar Pranowo dinobatkan sebagai provinsi paling informatif nasional.

Provinsi ini kembali mengukir prestasi dalam hal keterbukaan informasi publik. Jawa Tengah dinyatakan paling informatif, setelah mengumpulkan nilai sebanyak 99,15 poin, disusul DKI Jakarta 99,07 dan Jabar 98,15.

Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2020 yang diselenggarakan Komisi Informasi (KI) Pusat itu digelar secara daring pada Rabu (25/11).

Bahkan dari semua kategori badan publik paling informatif, capaian angka Jawa Tengah adalah tertinggi. Untuk ketegori kementerian misalnya, Kementerian Pertanian yang dinobatkan sebagai paling informatif tingkat kementerian hanya mengoleksi nilai 97,99. Sementara Lapan sebagai lembaga negara nonkementerian dengan nilai 96,81, dan KPU sebagai lembaga nonstruktural dengan nilai 97,67.

"Saya kira ini mengulang dari beberapa tahun lalu. Secara berturut-turut, kita juara terus," kata Ganjar.

Atas capaian itu, Ganjar menyampaikan terima kasih pada seluruh jajarannya di Pemprov Jateng. Sebab, semuanya telah bersedia transparan, mau menginformasikan pada publik sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat bisa didapatkan dengan baik.

"Masyarakat boleh tahu dan boleh mengakses informasi itu. Teman-teman saya di pemprov itu, tidak ada yang risih dengan keterbukaan informasi. Ini bagian dari spirit kita membangun Jawa Tengah," imbuhnya.

Keterbukaan informasi publik, lanjut Ganjar, sangat penting saat ini. Sehingga, antara pemerintah dan masyarakat bisa saling tahu apa yang dikerjakan, dan bagaimana cara mengerjakan itu.

"Penghargaan ini membawa spirit kami untuk selalu transparan dan akuntabel. Saya ucapkan terima kasih, sehingga kita bisa mendapatkan penghargaan ini secara berturut-turut," katanya.

Ganjar mengatakan, kunci sukses sebagai provinsi paling informatif adalah adanya semangat dari seluruh pegawai di Pemprov Jateng. Spirit dan jiwa dari seluruh jajaran Pemprov Jateng dengan sadar mau terbuka dan transparan untuk melayani masyarakat.

"Semua tidak ada yang risih, apapun yang ingin diketahui masyarakat bisa dibuka dan ditempelkan pada sistem informasi yang kita miliki," terangnya.

Bahkan keterbukaan informasi publik itu telah dilakukan Ganjar jauh sebelum adanya penghargaan dari KI Pusat. Sejak periode pertama menjabat, dirinya sudah melakukan upaya keterbukaan informasi publik, dengan membuka medsos dan website sebagai tempat memberikan informasi.

"Semoga capaian ini bisa dipertahankan. Jadikan capaian ini batas minimal, untuk meningkatkan pada tahun-tahun selanjutnya. Hanya kurang sedikit dari nilai 100, jadi tinggal dikejar kekurangan itu agar semakin baik," tutupnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin mengapresiasi seluruh pihak yang mendapatkan penghargaan keterbukaan informasi publik. Ia berharap, penghargaan ini menjadi pelecut semangat semua badan publik memberikan keterbukaan pada masyarakat dalam mengakses informasi.

"Yang sudah dinyatakan informatif, saya ucapkan selamat dan berharap terus dipertahankan semakin baik lagi. Yang cukup informatif, kurang informatif atau tidak informatif, maka harus melakukan akselerasi-akselerasi agar bisa mengaplikasikan nilai transparansi dan akuntabilitas kepada publik," ucapnya.

Penganugerahan sebagai Provinsi Informatif tahun 2020 ini memanglah bukan kali pertama didapatkan Jawa Tengah. Di tahun 2017, Jateng dinobatkan sebagai peringkat II nasional, kemudian tahun 2018 menjadi juara 1 dan terbaik nasional. Setelah itu, di tahun 2019, Jateng kembali mendapat predikat sebagai provinsi paling informatif.

Namun dalam penghargaan tahun 2019, KI Pusat tidak memberikan peringkat kepada para penerima penghargaan. Lalu di tahun 2020 ini, Jateng kembali dinobatkan sebagai juara pertama kategori provinsi paling informatif tingkat nasional. (*/ima)

Baca Juga:

  • Sesuai UU Penerbangan, Ahli Waris Korban Meninggal Sriwijaya Air Terima Rp1,25 Miliar Per Penumpang.
  • Marah ke Ribka Tjiptaning, Pendukung Jokowi: Anda Tahu Sopan Santun Tidak.

Berita Terkait

Berita Terbaru