Terdakwa Sabu-sabu 92 Kg Dibebaskan, Dua Pemilik Narkoba 21 Kg Dihukum Mati dan Seumur Hidup

M. Sulton, terdakwa kasus narkoba jenis sabu-sabu seberat 92 kilogram, divonis bebas Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Tanjung Karang, Selasa (21/6).

Menurut majelis hakim yang diketuai Jhony Butar-Butar, M. Sulton tidak terbukti melanggar pasal 112 dan pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam amar putusannya. Sidang putusan itu digelar secara online.

"Mengadili terdakwa tidak terbukti meyakinkan melakukan tindak pidana alternatif pertama dan kedua dakwaan penuntut umum," kata Jhony, Selasa (21/6).

Majelis hakim menimbang bahwa terdakwa tidak terbukti memenuhi unsur-unsur pasal baik dalam dakwaan alternatif pertama dan kedua. Majelis hakim menilai Sulton tidak terbukti pernah berkomunikasi dan sabu-sabu itu tidak terbukti dimilikinya.

Karenanya, majelis hakim juga meminta agar jaksa memulihkan namanya. "Memulihkan nama baik harkat serta martabat terdakwa," tandasnya.

Seusai sidang, jaksa penuntut umum Kejati Lampung Roosman Yusa kepada wartawan mengaku pihaknya langsung mengajukan kasasi. "Langsung kasasi," singkatnya.

Vonis bebas yang dijatuhkan kepada terdakwa M. Sulton ini berbanding terbalik dengan terdakwa-terdakwa lainnya. Di mana sebelumnya ada terdakwa Abdul Basir Harahap yang sebelumnya merupakan seorang narapidana, sama seperti M. Sulton pengendali narkoba di balik jeruji yang divonis seumur hidup, pada Rabu (13/6) lalu.

Vonis seumur hidup terhadap Abdul Basir Harahap itu bukan tidak mungkin. Karena, menurut Majelis Hakim Ni Luh Sukmarini, warga Mandailing Natal itu terbukti mengendalikan sabu-sabu seberat 21 kilogram.

Sama halnya lagi dengan terdakwa Muslih. Terdakwa yang terbukti mengendalikan sabu-sabu sama dengan Abdul Basir Harahap 21 kilogram.

Dalam hal perkaranya Muslih ini, Majelis Hakim Jhony Butar Butar malah memvonisnya dengan huluman mati, Selasa (25/1) lalu.

Menurut Jhony Butar Butar bahwa Muslih ini menjadikan rumahnya untuk menyimpan barang bukti narkoba itu di rumahnya dan juga menjadi perantara untuk Abdul Basir Harahap mengendalikan sabu. (radarlampung/zul)

Baca Juga:

  • Heboh! Ada Jatah Haji untuk Pejabat Kemenag, Anggota DPR, dan Ormas Islam.
  • Diserang Simpatisan Tersangka Pencabulan yang Juga Anak Kiai, Seorang Polisi Terluka.

Berita Terbaru