Terdeteksi di 39 Negara, Varian Mu Berpotensi Serang Pecintas dan Orang yang Sudah Divaksin

JAKARTA - Virus Covid-19 terus bermutasi. Banyak varian baru yang ditemukan di sejumlah negara dengan berbgai karakteristiknya.

Salah satunya varian Mu. Varian ini memiliki potensi menghindari kekebalan tubuh. Itulah sebabnya disiplin protokol kesehatan (prokes) wajib terus dilakukan.

"Varian ini memiliki mutasi yang memiliki potensi untuk menghindari kekebalan oleh infeksi atau vaksinasi sebelumnya," kata ahli epidemiologi dari Universitas Andalas Defriman Djafri, Jumat (17/9).

Menurutnya, World Health Organization (WHO) sedang memantau perkembangan varian Mu. Varian ini kali pertama diidentifikasi di Kolombia, dan saat ini setidaknya sudah terdeteksi di 39 negara.

Hasil dari suatu kajian di Jepang menyebut terdapat netralisasi yang tidak efektif dari varian Mu terhadap plasma konvalesen dan vaksin. Varian Mu masih tergolong variant of interest (VoI).

"Mobilitas terus berjalan pada saat pandemi. Karena itu, sangat mungkin varian ini bisa muncul jika protokol kesehatan masyarakat tidak dijalankan. Selain itu, sistem surveilans yang tidak jeli mendeteksi munculnya varian ini," imbuhnya.

Upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kewaspadaan. Tujuannya agar varian tersebut tidak masuk ke Indonesia. Pengecekan sampel juga harus dilakukan secara berkala.

Selanjtunya dianalisis melalui pengurutan keseluruhan genom (whole genome sequencing, Red), agar cepat mendeteksi. Selanjutnya, dapat diambil langkah-langkah pengendalian.

Varian yang masuk daftar VoI adalah varian Eta, Iota, Kappa, Lambda dan Mu. WHO mengklasifikasikan varian VoI dengan kriteria memiliki perubahan genetik yang diperkirakan atau diketahui mempengaruhi karakteristik virus seperti penularan, keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, pelepasan diagnostik atau terapeutik. (rh/zul)

Baca Juga:

  • Soal Cuitan Polisi Diganti Satpam Bank, Kapolri: Jangan Antikritik, Introspeksi untuk Menjadi Lebih Baik.
  • Stop Penggunaan Sinovac, Thailand Beralih Gunakan Vaksin yang Efektif Lawan Varian Baru Covid-19.

Berita Terkait

Berita Terbaru