Terkait Pembukaan Destinasi Wisata, Presiden Jokowi Minta Pemda Tidak Tergesa-gesa

SLAWI - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan kepada para kepala daerah di Jawa Tengah untuk tidak tergesa-gesa membuka dan mengoperasikan kembali destinasi wisata di masing-masing daerah. Hal tersebut disampaikan Jokowi melalui konferensi video dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Tegal.

Melalui sambungannya, Jokowi tak ingin sektor pariwisata atau semua aktivitas masyarakat dibuka begitu saja tanpa adanya tahapan prakondisi yang baik.

“Ada tahapan prakondisi untuk membuka semua itu. Jangan asal-asalan dan jangan tergesa-gesa. Persiapkan dengan baik, waktu yang pas,” kata Jokowi.

Berkaitan dengan pembukaan destinasi wisata, Jokowi meminta para kepala daerah untuk selalu berkoordinasi baik dengan Gugus Tugas Covid-19 maupun dinas kesehatan di masing-masing daerah. Karena Jokowi tak mau, kebijakan yang dibuat oleh kepala daerah asal-asalan tanpa memperhatikan data persebaran kasus Covid-19.

Di samping itu, mantan gubernur DKI Jakarta ini juga meminta destinasi wisata yang paling rendah terhadap Covid-19 untuk dibuka terlebih dahulu.

"Urutkan destinasi wisata dari yang risiko rendah sampai risiko tinggi. Wisata yang memiliki risiko rendah tentu saja bisa didahulukan. Sedangkan dengan risiko tinggi Covid-19 bisa menjadi paling akhir untuk dibuka,” sambungnya.

Setelah diadakannya prakondisi, masing-masing kepala daerah harus mengevaluasi bersama dengan Gugus Tugas Covid-19 serta dinas kesehatan.

“Jangan lupa adakan evaluasi. Jika memang keadaannya memburuk atau bertambahnya pasien Covid-19, mau tidak mau kepala daerah harus menutup kembali destinasi tersebut,” ungkap Jokowi.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, dirinya sudah menerapkan prosedur dan langkah yang disampaikan Jokowi. Antara lain, mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal menyangkut kebijakan yang harus diambil untuk membuka kembali sektor pariwisata dan perekonomian rakyat lainnya.

"Selain mempedomani kebijakan pusat maupun pemerintah provinsi, proses pengambilan kebijakan kita juga selalu memperhatikan data perkembangan Covid-19 di Kabupaten Tegal yang sampai dengan saat ini kasusnya masih terus meningkat. Dan tentunya, dari dinkes sendiri juga memberikan analisisnya secara lebih mendalam, di samping pertimbangan lain yang juga kita perhatikan,” ujarnya.

Secara bertahap, lanjut Umi Azizah, pihaknya akan membuka destinasi wisata yang bersih, sehat dan aman dari Covid-19 dengan melakukan verifikasi kelayakannya. Mulai dari kesiapan dan kemampuannya dalam menjalankan protokol kesehatan secara ketat hingga tingkat risikonya terhadap penularan Covid-19.

“Semuanya harus dipersiapkan secara matang, hati-hati dan serius. Supaya bisa berjalan baik dan menjamin keselamatan pengunjung atau wisatawan dari kontaminasi virus corona, tentunya proses pengawasan akan kita intensifkan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam konferensi video tersebut antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, Kapolres Tegal Muhammad Iqbal Simatupang, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal Mulyadi serta perwakilan dari Kodim 0712/Tegal dan unsur perwakilan Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Tegal. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Usulan RUU HIP Diganti PIP, Munarman FPI: Enggak Usah Pura-pura (Bersikap) Pancasila.
  • Dua Hari Diperiksa, Pacar Editor Metro TV Ditanyai Polisi soal Hubungannya dengan Korban.

Berita Terkait

Berita Terbaru