Terpapar Covid-19, 4 Orang Meninggal Dunia, 30 Warga Desa Ini Terpaksa Isolasi Mandiri

WUARAREJA - Tim Prokes Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal memantau Jogo Tonggo di Desa Sukareja Kecamatan Warureja. Karena di sana, saat ini ada 30 warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Kabid SDMK dan Pemberdayaan Masyarakat Joko Wantoro, Jumat (18/6) mengatakan, kasus Covid-19 di Desa Sukareja saat ini meningkat. Sedikitnya ada 30 warga sedang menjalani isolasi mandiri.

Mereka berasal dari wilayah RW 1, RW 3, dan RW 10. Awalnya, salah seorang pedagang makanan periksa secara mandiri ke rumah sakit lalu meninggal dengan hasil swab belum keluar. Namun keluarga menolak pemakaman secara protokol kesehatan.

"Setelah itu suaminya juga meninggal dan dimakamkan tanpa protokol kesehatan dan ternyata hasil swabnya positif," katanya.

Dinas Kesehatan, tambah Joko Wantoro, sudah melakukan swab massal sebanyak 292 orang dan 27 di antaranya positif. Bertambah 3 orang lagi sehingga saat ini yang isolasi mandiri sebanyak 30 warga. Sedangkan 4 orang meninggal dunia.

"Semenjak 2 hari isolasi mandiri, kebutuhan makanan harian masih disediakan sendiri dengan bahan makanan yang tersedia di rumah masing-masing," katanya.

Belum ada dukungan bantuan dari desa, tambah Joko Wantoro,
karena masih proses pencairan dana. Kepatuhan protokol kesehatan masyarakat masih sangat rendah dan banyak penolakan masyarakat untuk pemeriksaan swab.

Namun sekarang sudah banyak masyarakat yang menghendaki tes swab. Upaya yang sudah dilakukan dengan penyemprotan massal, penutupan pasar, penjagaan ketat di wilayah, dan ada kegiatan siskamling untuk mencegah adanya kegiatan kumpul-kumpul warga.

"Di Desa Sukareja masing-masing RW ada pos ronda yang sekarang ini mulai diaktifkan untuk Satgas Jogo Tonggo," tambahnya.

Pemberdayaan masyarakat, lanjut Joko Wantoro, hingga kini belum berjalan secara maksimal. Belum ada kegiatan gotong-royong untuk membantu warga yang isolasi mandiri.

Namun sudah diarahkan pada ketua RW dan RT untuk menghidupkan Jogo Tonggo dan kepedulian antartetangga. Upaya pengendalian kasus Covid-19 yang meningkat ini didukung kepala polisi sektor (kapolsek) dan danramil wilayah setempat.

Setelah penutupan pasar selama 5 hari akan diselenggarakan vaksinasi kepada pedagang pasar.

Sebelum melonjaknya kasus ini, kepala Desa Sukareja sudah terkonfirmasi terlebih dahulu dan pamong desa diswab semua dengan hasil negatif. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Mahfud Sebut Negara Enggan Minta Bantuan Asing, Luhut: Pemerintah Telah Meminta Bantuan Negara Sahabat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru