Tidak Ada Rekam Medik Penusuk Syekh Ali Jaber di RSJ Lampung, Ketua RT: Dia Belum Menikah

JAKARTA - Sejumlah fakta terkait pelaku penusukan Syekh Ali Jaber mulai terungkap ke permukaan. Salah satunya terkait kabar Alpin Andrian yang tidak lain pelaku penusukan pernah menjalani perawatan akibat gangguan kejiwaan.

Humas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung David mengatakan, tidak ada rekam medis pelaku di rumah sakitnya.

"Jadi kita berharap keluarganya datang ke sini menjelaskan ke kita kapan dirawatnya. Punya kartu kuning apa tidak. Karena berdasarkan berita dia pernah di sini, tapi kita cari di daftar kita enggak ada," jelasnya.

Menurutnya, tempat rehabilitasi gangguan jiwa tidak hanya di tempatnya, di swasta juga ada.

"Kalau di Mesuji saya kurang paham juga, kalau di Bandarlampung ini ada dua, Kemiling ada dua, dan Gedongtataan ada dua," ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari orangtua pelaku, R (46), kepada aparat keamanan, Alpin Andrian sudah empat tahun ini mengalami gangguan kejiwaan.

Selain status kejiwaannya, status sang pelaku yang ternyata belum menikah diungkap Ketua RT 7 Kelurahan Suka Jawa Kecamatan Tanjungjarang Barat Kota Bandarlampung Jumawan.

Dirinya bahkan tidak tahu jika pelaku penusukan tinggal di lingkungannya. Karena sudah beberapa tahun pelaku tidak menetap di wilayah tersebut.

"Benar, dia warga saya, tapi tidak tinggal di sini. Saya kaget, kalau dia lagi di sini," kata Jumawan dikutip dari Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (15/9).

Jumawan baru tahu ketika mendengar adanya peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber yang dilakukan oleh warganya Alpin Andrian (24).

Alpin Andrian melakukan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber di halaman Masjid Falahudin, Jl. Tamin, Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Timur, Minggu (13/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurut Jumawan, selama 3 tahun terakhir Alpin Andrian tinggal bersama pamannya di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.

"Di sini ada memang rumah bapaknya, sementara ibunya sudah cerai. Serumah itu ada tujuhan orang, nenek, kakek, om, sama mantu-mantunya," jelasnya.

Selain itu, Jumawan mengaku juga tidak tahu jika Alpin Andrian mengalami gangguan jiwa.

"Jarang bertemu," katanya.

Sementara tentang kabar istri pelaku baru melahirkan, Jumawan mengatakan setahu dirinya Alpin belum menikah.

"Saya enggak tahu, yang jelas dia belum menikah. Apalagi istrinya baru melahirkan, itu tidak benar," ujarnya. (rmol.id/ima)

Baca Juga:

  • Bantah Sukmawati bahwa Ideologi PKI Bukan Pancasila, Fadli Zon: PKI Bukan Unsur yang Terlibat dalam Proklamasi Indonesia.
  • Unggah Ceramah UAS, Mahfud MD: Terkadang Masih Ada Orang yang Ingin Mengadu Domba Antartokoh Islam.

Berita Terkait

Berita Terbaru